Kapal Antarpulau di Mentawai Berhenti Operasi Menyusul Lonjakan Covid-19

Oleh Novia Harlina pada 09 Sep 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 09 Sep 2020, 13:00 WIB
Kapal bersandar di Pelabuhan Tua Peijat Kabupaten Kepulauan Mentawai
Perbesar
Kapal bersandar di Pelabuhan Tua Peijat Kabupaten Kepulauan Mentawai

Liputan6.com, Mentawai - Dua bulan terakhir, kasus penyebaran corona Covid-19 terus nelonjak di Sumatera Barat. Kabupaten Kepulauan Mentawai juga mengalami dampaknya. Pada dua minggu ke depan, kapal antarpulau di daerah itu terpaksa dilarang beroperasi.

Kebijakan itu diambil agar rantai penyebaran virus corona bisa diputus, apalagi daerah tersebut tidak memiliki sarana medis yang memadai.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tohap Nababan mengatakan penghentian operasi kapal antarpulau dimulai sejak selasa 8 September hingga Senin 22 September 2020.

"Hingga 7 September sudah 16 orang terkonfirmasi Covid-19 di Mentawai," katanya, Selasa (8/9/2020).

Surat edaran terkait penghentian sementara operasional ini, lanjutnya, sudah dikeluarkan oleh Bupati Mentawai Yuda Sabaggalet.

Tohap menyebut kapal antarpulau hanya boleh beroperasi untuk membawa kebutuhan pokok masyarakat, kemudian juga diizinkan mengangkut penumpang yang melaksanakan tugas kedinasan gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19.

"Keberangkatan kapal ataupun tugas kedinasan mesti ada keterangan tertulis," ujarnya.

Ia berharap masyarakat memaklumi kebijakan ini agar tidak semakin banyak yang terpapar Corona Covid-19 dan demi keselamatan bersama.

Sebelumnya, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan daerah yang dipimpinnya tidak memiliki sarana medis yang memadai jika kasus Covid-19 melonjak di Mentawai.

"Kami harus ke Padang dulu jika ada yang kondisinya tidak memungkinkan dirawat di Mentawai," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Perkembangan Corona Sumbar

[Fimela] ilustrasi obat corona
Perbesar
ilustrasi obat corona | pexels.com/@edward-jenner

Data per 8 September 2020, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumbar mencapai 2.820 orang, 1.560 di antaranya sudah sembuh dan 61 jiwa meninggal dunia. Sementara sisanya masih diisolasi.

Total jumlah sampel masyarakat Sumbar yang diambil 116.748 orang, lalu untuk spesimen sampel yang diperiksa mencapai 138.847 sampel.

"Positive rate hingga kini 2,42 persen, turun 0,03 persen dibanding 2 hari lalu," kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Corona Sumbar, Jasman Rizal.

Jasman mengimbau masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak ketika beraktivitas di luar rumah.

"Jangan lupa sering mencuci tangan," ia menambahkan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓