Bupati Minahasa Utara Mengaku Kapok Masuk Penjara

Oleh Yoseph Ikanubun pada 08 Sep 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 08 Sep 2020, 08:00 WIB
Kedatangan Vonny dan Hendry di kantor KPU Sulut disambut teriakan histeris para pendukungnya yang sudah menanti sejak siang hari.
Perbesar
Kedatangan Vonny dan Hendry di kantor KPU Sulut disambut teriakan histeris para pendukungnya yang sudah menanti sejak siang hari.

Liputan6.com, Manado - Bupati Minahasa Utara Vonny Anneke Panambunan menjadi bakal calon (balon) gubernur terakhir yang mendaftar di KPU Sulut. Wanita yang akrab disapa VAP ini datang pada Minggu (6/9/2020) sekitar pukul 22.30 Wita, didampingi balon wakil gubernur Hendry Runtuwene.

Kedatangan Vonny dan Hendry di kantor KPU Sulut disambut teriakan histeris para pendukungnya yang sudah menanti sejak siang hari. Mengenakan kemeja putih dipadu rok biru, VAP tampil nyentrik dengan rambut berwarna kemerahan yang dikepang dua.

Lebih dari dua jam pihak KPU Sulut memeriksa kelengkapan berkas yang dibawa pasangan yang diusung Partai Nasdem ini. Setelah dinyatakan lengkap berkas, VAP dan Hendry menggelar jumpa pers menyampaikan sejumlah pandangan mereka.

"Dengan perkenaan Tuhan, saya tidak ingin masuk di penjara lagi. Izinkan kami bekerja untuk Sulut yang lebih baik," kata Vonny.

Pada 2008 silam, Vonny pernah tersandung kasus korupsi yang mengakibatkan dia harus meletakkan jabatannya sebagai Bupati Minahasa Utara Periode 2005–2010. Pada 2015, dia kembali mencalonkan diri dan terpilih sebagai Bupati Minahasa Utara.

Dia mengatakan, jika mendapat restu dari warga Sulut menjadi gubernur, kekuasaan itu tidak akan digunakan memperkaya diri sendiri.

"Saya tidak ingin banyak tanah, banyak pompa bensin. Tujuan kami hanya bekerja bagi rakyat," tegasnya.

Vonny mengatakan, fokus programnya bersama Hendry adalah meningkatkan sektor pertanian, perikanan, kelautan dan bidang lainnya yang bisa mendongkrak perekonomian Sulut.

Sedangkan Hendry dalam penyampaiannya di hadapan ratusan pendukung menyatakan akan bersama Vonny mewujudkan visi dan misi untuk kesejahteraan rakyat.

"Jika kelak diberi amanah memimpin Sulut, keduanya akan menjadikan bumi nyiur melambai sebagai daerah yang makin diberkati," ujar Hendry yang juga seorang pendeta dari Gereja Masehi Injili di Minahasa ini.

Pasangan Vonny-Hendry menjadi bakal calon terakhir yang mendaftar di KPU Sulut. Bersama ratusan massa pendukung, mereka meninggalkan lokasi, Senin (7/9/2020) sekitar pukul 02.30 Wita.

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓