Pulihkan Pariwisata, PHRI dan INACA ‘Jual Murah’ Tiket Pesawat ke Bali

Oleh Dewi Divianta pada 31 Agu 2020, 00:16 WIB
Diperbarui 31 Agu 2020, 00:16 WIB
Penandatanganan Kerjasama PHRI dan INACA
Perbesar
Penandatanganan Kerjasama PHRI dan INACA (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia National Air Carriers Assosiation (INACA) melakukan penandatangan kerjasama untuk menyelamatkan masyarakat dan pelaku industri pariwisata di Bali akibat Covid-19. Salah satu yang menjadi kesepakatan adalah memberikan paket perjalanan wisata yang aman dan murah bagi wisatawan domestik yang ingin berkunjung ke Bali.

“Dua hal yang wajib diperhatikan kalau mau meningkatkan jumlah jumlah penumpang pesawat dan okupansi hotel di daerah wisata,” Kata Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani di Hotel Novotel, Bali, Minggu (30/87/2020).

“Pertama, Confidence masyarakat untuk kembali terbang bisa ditingkatkan, asal sesuai protokol kesehatan. Kedua dari sisi picing harus terjangkau sehingga orang tertarik karena tidak memberatkan,” ujar dia.

Menurutnya apabila pergerakan penumpang pesawat dan okupansi hotel terus meningkat dan program kerjasama PHRI dengan INACA berjalan sempurna, maka akan membantu menaikkan perekonomian Bali. Apalagi Bali yang selama ini sangat tergantung dari sektor wisata menjadi provinsi paling terdampak pandemi Covid-19.

“Bali memiliki 140.000 kamar hotel. Sejak pandemi Covid-19 80 persen tutup. Di Nusa Dua hanya ada empat hotel yang buka. Ini megakibatkan kuartal II ekonomi Bali Minus hampir 11 persen atau sekira 10,98 persen,” tuturnya.

Namun, Ia meminta kepada pemerintah daerah untuk mendukung upaya PHRI dan INACA dengan memberikan kelonggaran waktu dalam menyelesaikan pajaknya. Dalam hal ini perusahaan perhotelan dan maskapai. “jangan sampai nanti baru naik okupansi hotelnya, langsung dikejar-kejar pajak,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja menjelaskan pihaknya memberikan kebebasan kepada maskapai anggotanya untuk berdiskusi dengan pihak perhotelan di Bali. “Asosiasi hanya memberikan payung dan menjembatani. Nanti pembahasannya dilakukan oleh masing-masing tim dari airline dan hotel. Jika paket menarik dan harga terjangka, Saya yakin bisa menggerakkan masyarakat untuk bepergian lagi,” kata dia.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Luh Made Wiratmi meminta masyarakat kembali bepergian melalui ‘Save Travel Campaign’.

Ekonomi Bali di Kuartal II tahun ini minus 11,98 persen. Itu pertama kali dalam sejarah terjadi. Ada 2.667 pekerja sector pariwisata di PHK. Sebanyak 73.631 karyawan dirumahkan. Sangat berat kondisi ini bagi kami.  Kami meminta seluruh pelaku usaha pariwisata menjalankan protokol kesehatan di fasilitas yang dikelolanya. Karena hanya dengan begitu kita bisa dapata kepercayaan wisatawan untuk kembali ke Bali,” tuturnya.