Beda dengan Anies, Gubernur Emil Tolak Beri Izin Bioskop Kembali Buka

Oleh Huyogo Simbolon pada 29 Agu 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 29 Agu 2020, 08:00 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil, masih belum yakin untuk memberikan rekomendasi pada daerah terkait wacana pembukaan tempat hiburan tertutup seperti bioskop.

Menurut Emil, sapaan Ridwan Kamil, Pemerintah Provinsi Jabar belum merekomendasikan agar bioskop kembali buka karena potensi penularan Covid-19 masih berpeluang terjadi di dalam ruangan yang berpendingin udara sentral.

"Pada dasarnya kami menghindari potensi-potensi di ruang dalam yang tidak bisa menjamin sterilitas. Kan kuncinya itu kalau AC-nya sentral si virus kan muter-muter di situ sehingga tidak keluar," ucapnya di Bandung, Jumat (28/8/2020).

Namun jika ada jaminan sistem sirkulasi udara dalam ruangan lebih baik, Emil berujar, tak menutup kemungkinan rekomendasi pembukaan bioskop dilakukan.

"Maka kalau ada jaminan sirkulasi udaranya itu lebih baik maka wacana itu masih mungkin," tegasnya.

Sampai sejauh ini, kata Emil, Pemprov Jabar belum mengeluarkan rekomendasi atas wacana pembukaan bioskop.

"Per-hari ini kami belum yakin, sementara belum ada wacana pembukaan-pembukaan dari level provinsi, dari rekomendasi untuk hiburan malam yang cenderung AC-nya masih sentral termasuk bioskop," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tempat hiburan pemutaran film atau bioskop direncanakan kembali dibuka dalam waktu dekat. Anies mengatakan, saat ini pihaknya tengah memproses terkait regulasi atau aturan yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat dan penyelenggara.

"Kesimpulannya dari pertemuan tadi adalah dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop di Jakarta akan dibuka kembali dan protokol kesehatan akan ditegakkan," kata Anies di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/8/2020).

Dia menjelaskan, untuk rencana pembukaan bioskop merujuk pada studi kajian para pakar yang telah dilaksanakan di 47 negara di dunia. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga mencotohkan Korea Selatan yang tidak pernah menutup bioskopnya selama pandemi Covid-19.

"Regulasi secara lengkap akan memasukkan unsur-unsur yang disampaikan oleh Prof Wiku. Kualifikasi yang nonton di bioskop, pemesanan tiket," ucapnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak VIdeo Pilihan di Bawah Ini


Perhatikan Sejumlah Hal

Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan 9 kabupaten/kota kasus aktif di atas 1.000 kasus saat konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (13/8/2020). (Dok Tim Komunikasi Satuan Tugas COVID-19)

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengingatkan pembukaan bioskop harus memperhatikan sejumlah hal.

Pertama, melakukan prakondisi. Pada tahap ini, pihak bioskop harus melakukan sosialisasi kepada penyelenggara hingga masyarakat mengenai protokol kesehatan Covid-19.

"Kedua, juga harus melihat dari aspek timing, kapan itu dibuka. Tentu tidak semua sama waktunya untuk memastikan setiap yang dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang," ujar Wiku dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/8/2020).

Ketiga, memetakan prioritas. Wiku menyebut, tidak semua bioskop dibuka. Keputusan membuka bioskop harus memperhatikan kondisi daerah terkait apakah berisiko tinggi terhadap Covid-19 atau tidak.

Setelah pemetaan prioritas, bioskop harus melakukan simulasi secara matang. Kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Koordinasi untuk memastikan seluruh persiapan dilakukan secara teratur dan terstruktur," kata Wiku.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya