Cerita Wakil Wali Kota Payakumbuh Setelah Isolasi 8 Hari karena Covid-19

Oleh Novia Harlina pada 25 Agu 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 25 Agu 2020, 08:00 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz. (Liputan6.com/ ig @erwin.yunaz)
Perbesar
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz. (Liputan6.com/ ig @erwin.yunaz)

Liputan6.com, Payakumbuh - Wakil Wali Kota Payakumbuh, Sumatera Barat Erwin Yunaz terkonfirmasi positif virus corona Covid-19 setelah melakukan swab test atau tes usap pada 15 Agustus 2020.

Ia membeberkan selama isolasi 8 hari terakhir dirinya rutin mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi, agar daya imun di tubuhnya mampu melawan virus tersebut.

"Iya selain banyak istirahat saya juga konsumsi makanan dan minuman berkhasiat, seperti ramuan dari jahe, madu dan juga obat-obatan herbal," katanya kepada Liputan6.com melalui video telekonferensi, Senin (24/8/2020).

Menurutnya selain menjaga pola makan dan asupan vitamin, menjaga diri agar tidak stres juga penting dilakukan. Sebab stres menjadi pemicu melemahnya imun dalam tubuh.

Dalam sesi wawancara tersebut, wakil wali kota juga memperlihatkan video aktivitasnya seperti berolahraga main bulu tangkis.

Erwin menyebut secara fisik dia sehat dan tidak memiliki keluhan, meski demikian ia menyadari bahwa virus ini belum ada obatnya sehingga perlu semangat dari diri sendiri untuk sembuh.

Ketika dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 secara mental ia mengatakan sudah siap, apalagi aktivitasnya sebagai wakil wali kota cukup padat dan bertemu dengan banyak orang.

"Saya sudah siap jika sewaktu-waktu terpapar, dan tetap semangat," katanya.

Ia menceritakan beberapa waktu lalu kondisi tubuhnya memang sempat tidak fit, diduga saat itulah dirinya terpapar virus corona Covid-19.

"Setelah Idul Adha itu memang sempat tidak fit, kemudian saya ada tamu dari Padang," ujarnya.

Kemudian setelah itu, ia mendapat kabar bahwa tamu yang mengunjunginya terkonfirmasi positif covid-19 dan akhirnya ia memutuskan melakukan tes usap.

"Kami memang bersalaman dan ngobrol dalam satu ruangan," ujarnya.

Ia mengakui ketika berkomunikasi dengan tamunya tersebut, ia abai dengan protokol kesehatan yakni tidak menggunakan masker. Oleh sebab itu, Erwin menyadari betapa pentingnya masker untuk menjaga diri sendiri agar tidak terpapar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perkembangan Covid-19 di Sumbar

Melihat Posko COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Perbesar
Petugas melewati layar pemantau yang menunjukan penyebaran virus corona (COVID-19) di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (9/3/2020). Dari 3.580 orang yang menghubungi Posko COVID-19 DKI Jakarta, ada 64 kasus kategori Orang Dalam Pantauan dan 56 Pasien Dalam Pengawasan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Data per 23 Agustus 2020, jumlah total kasus konfirmasi pasien positif Covid-19 di Sumbar mencapai 1.632 orang, 1.043 di antaranya sudah sembuh dan 49 jiwa meninggal. Sementara sisanya masih isolasi.

Kemudian per 24 Agustus 2020, data sementara terdapat 25 tambahan pasien positif Covid-19 di Sumbar.

"Totalnya hingga 23 Agustus 2020 jumlah sampel masyarakat Sumbar yang diambil 87.920 orang," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sumbar, Jasman Rizal.

Sementara Pakar Epidemiologi Universitas Andalas Sumbar, Defriman Djafri mengatakan kasus Covid-19 di Sumbar saat ini memasuki gelombang kedua, karena pernah naik lalu melandai dan bertahan beberapa waktu.

"Kami tidak terkejut dengan adanya gelombang kedua ini, sebab mobilitas masyarakat Sumbar saat Idul Adha cukup tinggi," kata Defriaman.

Ia berharap pemerintah sebagai pengambil kebijakan dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam pengendalian virus corona Covid-19.

Dia menyarankan pemerintah lebih masif mengedukasi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

"Harus ada imbauan-imbauan jaga jarak di lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian masyarakat," dia menjelaskan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓