Lonjakan Kasus Corona Covid-19 di Sumbar Setelah Pujian Presiden Jokowi

Oleh Novia Harlina pada 19 Agu 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2020, 16:00 WIB
Tim Medis Swab Tes Pegawai Kecamatan
Perbesar
Petugas medis mengambil sampel lendir saat tes usap (swab test) pegawai kecamatan Sawah Besar, Jakarta, Selasa (18/8/2020). Tes swab yang dilakukan terhadap seluruh pegawai kecamatan Sawah Besar itu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Padang - Jumlah pasien virus corona Covid-19 di Sumatera Barat terus meningkat signifikan sejak Idul Adha 2020. Padahal, provinsi tersebut sempat berhasil mengendalikan wabah itu hingga mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo.

Tepatnya sejak Hari Raya Idul Fitri hingga Idul Adha 2020, adalah masa landainya kasus konfirmasi pasien virus corona di Sumbar.

Namun kini, Sumbar kembali mencatatkan puluhan kasus setiap harinya sejak Idul Adha 2020. Namun, juga ada beberapa hari terdapat belasan kasus.

Data per 18 Agustus 2020, jumlah kasus konfirmasi pasien positif Covid-19 mencapai 1.412 orang, 918 di antaranya sudah sembuh dan 43 jiwa meninggal, sementara sisanya masih isolasi.

Dari keseluruhan kasus positif tersebut, Kota Padang merupakan jumlah pasien Covid-19 terbanyak, yakni mencapai 898 orang terkonfirmasi.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Corona Sumbar, Jasman Rizal mengatakan agar penyebaran virus bisa dikendalikan, masyarakat mesti disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Harus konsisten memakai masker dan menjaga jarak," katanya kepada Liputan6.com, Selasa (18/8/2020).

Walaupun kasus melonjak, ia menyebut positivity rate di Sumbar berada di angka 1,74 persen. Angka tersebut masuk yang terbaik di Indonesia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gelombang Dua

Virus Corona COVID-19 dari Mikroskop
Perbesar
Gambar menggunakan mikroskop elektron yang tak bertanggal pada Februari 2020 menunjukkan virus corona SARS-CoV-2 (kuning) muncul dari permukaan sel (merah muda) yang dikultur di laboratorium. Sampel virus dan sel diambil dari seorang pasien yang terinfeksi COVID-19. (NIAID-RML via AP)

Kembali melonjaknya kasus corona Covid-19 di Sumbar, dinilai merupakan gelombang kedua wabah ini oleh pakar epidemiologi.

Pakar Epidemiologi Universitas Andalas Sumatera Barat, Defriman Djafri mengatakan kasus corona pernah naik lalu melandai dan bertahan beberapa waktu.

"Kami tidak terkejut dengan adanya gelombang kedua ini, sebab mobilitas masyarakat Sumbar saat Idul Adha cukup tinggi," ujarnya.

Ia mengemukakan, pemerintah daerah membuka keran aktivitas masyarakat saat Idul Adha tanpa persiapan yang matang. Kemudian ketika kasusnya melonjak, pemerintah malah beralasan hal itu disebabkan banyaknya perantau yang pulang.

"Pernyataan-pernyataan Pemerintah Sumbar seperti itu saya kira tidak konsisten," jelasnya.

Ketika sebelum Idul Adha gubernur mengimbau perantau untuk pulang kampung, lanjut Defriman lalu kemudian itu pula yang menjadi alasan melonjaknya kasus. Menurutnya itu kebijakan yang cukup gegabah.

Padahal, pihaknya sudah mengingatkan pemerintah setempat bahwa ancaman virus corona masih mengintai meski kasusnya cukup landai ketika itu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓