SMP di Kota Kupang Mulai Belajar Tatap Muka, Begini Sistemnya

Oleh Ola Keda pada 12 Agu 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 12 Agu 2020, 21:00 WIB
Pembelajaran Daring
Perbesar
Foto: Guru dan pelajar SMP Negeri 6 Kota Kupang sedang melakukan pembelajaran tatap muka (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Kupang - Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kupang mulai menerapkan sistem belajar tatap muka. Meski demikian, pembelajaran itu dilakukan di rumah siswa.

Salah satunya, SMP Negeri 6 Kota Kupang yang saat ini sudah mulai menjalankan sistem sekolah tatap muka.

"Sudah berjalan selama tiga pekan," ujar salah satu guru Reff Jhon Dida kepada wartawan, Senin, (10/8/2020).

Ia mengatakan, proses belajar tatap muka ini dibagi-bagi. Untuk pekan pertama, sekolah tatap muka hanya diberlakukan bagi pelajar kelas tujuh saja dengan lokasi di sekitar 30 titik.

Setiap titik, jumlah siswanya kata dia hanya dibatasi berkisar dari delapan sampai dengan 10 orang siswa. Sementara di pekan kedua khusus bagi pelajar kelas delapan, dan pekan ketiga yang saat ini sedang berjalan khusus bagi kelas sembilan.

Menurut dia, pihak sekolah memang terpaksa menerapkan belajar tatap muka per pekan berdasarkan kelas, karena memang keterbatasan guru

"Saya sebenarnya guru bahasa Inggris untuk kelas tujuh, tetapi karena kekurangan guru, terpaksa dibagi-bagi dan waktu sekolahnya juga dibatasi," tuturnya. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tatap Muka Dinilai Lebih Efektif Dibanding Belajar Daring

Pelaksanaan sekolah tatap muka ini, menurut dia, lebih efektif dibandingkan dengan sekolah secara daring atau online karena anak-anak dari pengalaman beberapa siswa menunjukkan hampir semuanya tak paham dengan penjelasan guru jika menggunakan aplikasi belajar daring.

Meski demikian, proses belajar tatap muka tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan siswa-siswi dan guru menggunakan masker dan mencuci tangan.

Ia menambahkan, untuk di Kota Kupang, baru SMP Negeri 6 saja yang baru menerapkan sistem sekolah tatap muka langsung, dan beberapa sekolah juga masih dalam rencana untuk mengadopsi sistem belajar itu.

Seorang siswi kelas sembilan SMP N 6 Kota Kupang, Dilan Dominggus mengatakan bahwa sistem sekolah tatap muka lebih efektif dan efisien dibandingkan belajar secara daring.

"Alasannya, kami sulit mengerti kalau secara daring. Kemudian juga banyak teman-teman juga terkendala dengan handphone serta paket atau kuota internet," katanya.

Menurut dia, sistem sekolah tatap muka seperti saat ini tentu akan membantu dirinya dan teman-temannya untuk lebih paham dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru.

"Saya berharap ini terus dilakukan selama pandemi ini," tandasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓