Strategi Terakhir Basarnas Mencari 2 Bocah di Hutan Parimo

Oleh Heri Susanto pada 08 Agu 2020, 02:00 WIB
Diperbarui 08 Agu 2020, 11:34 WIB
Petugas Sar gabungan pencari dua bocah hilang di parimo
Perbesar
Petugas SAR gabungan yang mencari dua bocah hilang di hutan di Kecamatan Mepanga, Parimo. Hingga memasuki hari ke-7 pencarian belum berhasil menemukan korban. (Foto: Basarnas Palu).

Liputan6.com, Palu - Pencarian dua bocah yang hilang di hutan Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) hingga Jumat siang (7/8/2020) atau hari terakhir belum membuahkan hasil.

Basarnas menyatakan pencarian akan dilanjutkan dengan pemantauan jika korban belum juga ditemukan.

Operasi Pencarian dua bocah perempuan yang hilang di hutan di Kecamatan Mepanga, Parimo, Jumat (7/8/2020) telah memasuki hari terakhir sejak digelar pada 1 Agustus lalu.

Pihak Basarnas Palu menegaskan, sejauh ini pencarian telah dilakukan dengan maksimal, bahkan melibatkan ratusan potensi SAR termasuk TNI, Polisi, dan komunitas pecinta alam, namun juga belum berhasil menemukan korban.

Kondisi cuaca di lokasi yang kerap hujan dan berkabut sejauh ini menjadi tantangan tim SAR gabungan. Bahkan operasi beberapa kali dihentikan sementara lantaran kondisi tersebut.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Palu, Andi Sultan mengungkapkan, tantangan lainnya yakni medan terpencil yang terdiri dari pegunungan, belantara, bahkan jurang.

"Lokasi pencarian berjarak 4 jam perjalanan dari posko SAR gabungan dekat permukiman Desa Bugis Utara. Di lokasi juga tidak ada akses komunikasi," Kasiops Basarnas Palu, Andi Sultan mengungkapkan, Jumat (7/8/2020).

2 dari 3 halaman

Pencarian di Hari Terkahir

Tim SAR gabungan operasi pencarian bocah hilang di parimo
Perbesar
Petugas SAR gabungan yang mencari dua bocah hilang di hutan di Kecamatan Mepanga, Parimo. Hingga memasuki hari ke-7 pencarian belum berhasil menemukan korban. (Foto: Basarnas Palu).

Andi bilang, sesuai standar operasional pencarian di Basarnas, tenggat operasi hanya digelar selama 7 hari. Karenanya, pencarian dua bocah malang itu di hari terakhir akan dimaksimalkan sebelum dihentikan.

Dia menyebut salah satu metode pencarian yang akan diterapkan di hari terakhir yang diharapkan efektif menemukan korban. Yakni, metode penyapuan atau pencarian serentak searah oleh semua anggota sar gabungan dengan radius 1,85 kilometer, setelah sebelumnya pencarian dilakukan dengan membagi kelompok-kelompok pencari.

"Penyapuan dilakukan dari arah selatan sampai utara. Tim SAR gabungan akan berbaris horizontal dan mengikuti arahan personel yang memegang kompas," Andi mengurai.

Pencarian hari terakhir terakhir itu sendiri akan dilakukan hingga pukul 17.00 Wita sebelum dihentikan sesuai standar pencarian Basarnas.

"Batas waktu pencairan SAR selama 7 hari. Kalau belum ditemukan pencarian akan dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan," kata dia.

Astrid dan Andini masing-masing berusia sekitar 10 dan 6 tahun hilang di hutan Desa Bugis Utara Kecamatan Mepanga sejak 28 Juli lalu. warga setempat baru melaporkan ke Basarnas pada 1 Agustus setelah pencarian sempat mereka lakukan tidak berhasil.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓