14 Pasien Covid-19 di Kudus Minta Pulang Paksa, Lalu?

Oleh Liputan6.com pada 31 Jul 2020, 03:30 WIB
Diperbarui 31 Jul 2020, 03:30 WIB
Corona di Yogyakarta
Perbesar
BBTKLPP Yogyakarta menjadi salah satu tempat uji lab pasien corona COVID-19 di Jateng dan DIY. (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Liputan6.com, Kudus - Sebanyak 14 pasien suspek corona Covid-19 maupun terkonfirmasi positif corona yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, meminta pulang paksa karena tidak betah menjalani perawatan selama berhari-hari di RS.

"Mereka minta pulang paksa pada Rabu (29/7) malam, ketika masih menjalani rawat inap," kata Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar di Kudus, Kamis, dikutip Antara.

Ia mengungkapkan mereka (pasien Covid-19) meminta pulang paksa karena merasa sudah tidak tahan di rumah sakit.

Padahal, semua pasien Covid-19 itu kerap diajak berjemur serta berolahraga di pagi hari agar imunitas pasien meningkat.

"Kami juga memberikan dukungan moral agar termotivasi melakukan pemulihan kesehatannya," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Motivasi Pasien Covid-19

Mengintip Kesiapan RS Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran
Perbesar
Petugas memeriksa alat pendukung perawatan pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 hampir 100 persen rampung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ia mengaku kerap menemani mereka saat melakukan aktivitas olahraga dan berjemur dengan kata-kata positif untuk memberikan semangat kepada mereka.

Belasan pasien yang meminta pulang paksa tersebut, kemudian diminta menandatangani surat pernyataan bersedia melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Hal tersebut demi keamanan pasien, keluarganya, dan masyarakat lainnya agar tidak ikut terpapar virus corona," katanya.

Dari belasan pasien tersebut, sebanyak 10 pasien di antaranya dari Kabupaten Kudus, sedangkan selebihnya dari luar daerah.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓