Upin, Sapi Kurban Jokowi di Kendari dengan Deretan Perawatan Ekstra dan Berprestasi

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 29 Jul 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 29 Jul 2020, 07:30 WIB
Upin, sapi kurban sumbangan Jokowi pada perayaan Idul Adha 1441 Hijriah di Kendari.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)
Perbesar
Upin, sapi kurban sumbangan Jokowi pada perayaan Idul Adha 1441 Hijriah di Kendari.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Kendari - Presiden Jokowi menyumbangkan seekor sapi kurban seberat 1000 kilogram untuk perayaan Idul Adha 1441 Hijriah di Kota Kendari. Sapi berwarna kemerahan dengan corak warna putih itu, diberi nama Upin.

Sebelum dibawa ke Masjid Agung Al Kautsar Kota Kendari untuk kurban, pemilik merawat sapi bibit unggul ini di Desa Lawoila, Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Alasannya, di daerah ini masih lebih mudah menemukan makanan ternak.

Upin merupakan sapi dengan ras Simmental. Sapi tipe pedaging dan sapi perah yang berasal dari wilayah Simme, di Swiss. Karena beratnya hampir 10 kali dari sapi lainnya, harganya pun terbilang fantastis.

Pemilik menjual Upin dengan harga Rp80 juta. Padahal, harga sapi dewasa untuk kurban di Sultra, mulai dari harga Rp9-15 juta.

Badannya yang besar dan berotot, menghasilkan daging dan susu yang lebih unggul dari ras lain. Sebelum hari raya kurban 31 Juli 2020, sapi berusia 3 tahun dua bulan ini, mendapat perlakuan khusus.

Selain mendapat jatah makan teratur, sapi kurban juga diberikan perawatan ekstra. Suyatno (38), petani yang bertugas merawat Upin mengatakan, hewan ini dimandikan dua kali sehari. Supaya terlihat bersih, dia juga tidak dibiarkan bermain di kubangan sawah atau bebas berkeliaran.

"Kalau makanan yaa, dua kali lipat jumlahnya dari sapi biasa. Sekitar 1 kuintal perhari," ujar Suyatno, Selasa (28/7/2020).

Dalam sehari, Upin bisa melahap 50-60 kilogram rumput kering dan dedak padi. Rumput kering ini, didapat dari sawah dan kadang dibeli dari pengumpul rumput.

Kasubag Keagamaan Biro Kesra Provinsi Sultra, Daryodi mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei tentang kondisi sapi. Pihak istana kepresidenan juga sudah mengetahui kondisi sapi.

"Sudah dicek kondisi oleh Dinas Peternakan, kami berharap kondisinya terjaga hingga hari raya kurban," ujar Daryodi.

Diketahui, sudah tiga tahun berturut-turut pelaksanaan Idul Adha, Presiden Jokowi ikut menyumbangkan sapi kurban dengan ukuran paling besar di Sultra. Idul Adha sebelumnya, presiden menyumbang sapi dengan berat 1 ton lebih.

2 dari 3 halaman

Upin Menang Kontes

Sapi kurban Jokowi di Kendari, saat dimandikan.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)
Perbesar
Sapi kurban Jokowi di Kendari, saat dimandikan.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Suyatno sengaja memberi nama Upin untuk sapi jumbo miliknya. Sebab, sapi berusia 3,2 tahun ini memiliki teman sekandang yang beratnya hampir sama.

"Ada satu ekor lagi temannya, jadi keduanya diberi nama Upin-ipin. Temannya yang diberi nama Ipin beratnya sekitar 960 kilogram, tahun depan sudah bisa dipotong juga," ujar Suyatno.

Keduanya juga cukup agresif. Jika melihat orang baru, dua ekor sapi yang diikat bersebelahan ini, terus bergerak dan menghindar saat akan disentuh.

"Dia sapi kontes. Pernah meraih juara pertama, kontes sapi di Konawe dengan kategori sapi terberat dibawah usia dua tahun," ujar Suyatno.

Dia menjelaskan, pada 2019 Upin menang kontes sapi karena memiliki berat 535 kilogram saat masih berusia satu tahun lebih. Padahal, sapi lainnya hanya berukuran setengah dari beratnya saat itu.

Karena bobotnya ini, tidak sembarang orang bisa membawa atau mengangkut. Mesti orang dengan kemampuan khusus yang tak akan kesulitan untuk memandu Upin masuk ke dalam truk.

"Jadi, dia tak bisa diikat atau dibiarkan lepas di tengah ladang. Karena, akan agak susah membawa pulang," ujar Suyatno.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓