Film Dewasa Latar Belakangi Pembunuhan Mayat Dalam Ember di Banyuasin

Oleh Nefri Inge pada 10 Jul 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 10 Jul 2020, 21:46 WIB
Film Dewasa Latar Belakangi Pembunuhan Mayat Dalam Ember di Banyuasin
Perbesar
Kondisi terakhir rumah depan korban EY, mayat dalam ember di Kabupaten Banyuasin Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Misteri pembunuhan mayat dalam ember di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya terungkap. EY (50) menjadi korban pembunuhan sadis tersangka AR (18), yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Pembunuhan tersebut terjadi pada hari Rabu (8/7/2020) sore di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman korban, di Jalur 5 Desa Marga Rahayu Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar didampingi Kasat Reskrim AKP Ginanjar mengatakan, awalnya tersangka menonton film dewasa di rumahnya. Lalu dia keluar rumah dan menuju ke rumah korban.

Tersangka AR ternyata mempunyai kebiasaan mengintip korban mandi, setelah menonton film dewasa.

"Karena sudah mengetahui situasi rumah korban, tersangka langsung masuk ke dalam rumah EY. Dia berdiri di samping lemari es, yang berdekatan dengan kamar mandi rumah korban," katanya, Jumat (10/7/2020).

Peristiwa pembunuhan itu diawali saat korban keluar kamar mandi, tersangka langsung membekap dan mencekik leher korban hingga pingsan. Tubuh korban langsung digotong tersangka ke ruang tamu dan langsung menyetubuhi korban.

Korban tiba-tiba terjaga dari pingsannya dan berteriak minta tolong. Tersangka lalu menyumpal mulut korban pakai ikat rambut. Tak puas, AR juga mengikat leher korban pakai ikat pinggang dan kabel charger ponsel hingga tewas.

Tangan korban pun diikat AR menggunakan tali rafia. Setelah meninggal dunia, jasad korban diseret AR menggunakan kain seprei.

"Tubuh korban dimasukkan tersangka ke dalam ember berwarna hijau. Kain seprei tersebut diikat menggunakan tali rafia," ujarnya.

Tersangka AR lalu keluar dari rumah korban, dengan cara mengunci pintu rumah korban dari bagian luar. Sedangkan kunci pintunya, diselipkan tersangka di bawah meja teras rumah EY.

Dia mengatakan, motif pemerkosaan korban karena tersangka terpengaruh usai menonton film dewasa. Sedangkan motif pembunuhan EY, karena tersangka merasa panik ketika korban berontak. Akhirnya guru SD di Banyuasin Sumsel ini dibunuh dengan cara dicekik dan diikat.

Tim Polres Banyuasin Sumsel akhirnya bisa mengendus identitas dan keberadaan tersangka. Pada hari Kamis sore, AR ditangkap di kediamannya yang tak jauh dari TKP pembunuhan.

2 dari 3 halaman

Ditangkap di Rumahnya

Pembunuhan Vila Kapuk Mas, Pakar: Pelaku Rapi Eksekusi Korban
Perbesar
Ilustrasi garis polisi. Foto: Ist/Kriminologi.id

"Saat akan ditangkap, tersangka ini hendak keluar dari rumahnya. Tersangka AR mengakui dirinya yang memperkosa dan membunuh korban,” ujarnya.

Dari tangan tersangka dan TKP, Polres Banyuasin Sumsel mengamankan beberapa barang bukti. Yaitu 2 unit telepon genggam dan ember tempat korban terakhir ditemukan.

Serta charger telepon genggam, ikat rambut serta ikat pinggang cokelat, yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban.

Tewasnya wanita paruh baya yang bekerja sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di Banyuasin ini, pertama kali diketahui oleh Solehah dan Jamaluddin, pada Kamis pagi.

Pasangan suami istri (pasutri) ini menemukan korban meninggal dunia, di dalam kamar mandinya. Kondisi korban pertama kali ditemukan, dalam keadaan tubuh tak berbusaha, tangan dan leher terikat jeratan tali serta mulut tersumpal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓