Nasib Karyawan Tempat Hiburan Malam di Manado yang Tutup Karena Pandemi

Oleh Yoseph Ikanubun pada 28 Jun 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 28 Jun 2020, 19:00 WIB
Salah satu tempat hiburan malam di Manado yang masih ditutup akibat pandemi Covid-19.
Perbesar
Salah satu tempat hiburan malam di Manado yang masih ditutup akibat pandemi Covid-19.

Liputan6.com, Manado - Setelah hampir empat bulan ditutup akibat pandemi Covid-19, sejumlah fasilitas umum seperti rumah ibadah, dan pusat perbelanjaan di Manado mulai dibuka kembali. Namun untuk tempat hiburan malam, masih ditutup hingga 5 Juli 2020.

“Untuk tempat hiburan malam, spa, pusat olahraga keburagan masih ditutup untuk sementara waktu sampai dengan tanggal 5 Juli 2020,” ungkap Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, Jumat (26/6/2020).

Selain tempat hiburan malam, beberapa fasilitas hiburan umum seperti usaha permainan daring atau game online, tempat bermain anak dan sejenisnya juga masih ditutup.

“Ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kebijakan Pemkot Manado yang masih menutup tempat hiburan malam ini mendapat tanggapan dari sejumlah karyawan tempat hiburan.

Pemerintah diminta ikut juga memikirkan ada ribuan karyawan yang terpaksa dirumahkan sejak tempat-tempat hiburan itu ditutup. Beberapa di antaranya bekerja di lain tempat, alias serabutan.

“Untuk sementara saya bekerja di bengkel dulu, karena tempat saya bekerja sebelumnya ditutup. Saya berharap segera dibuka kembali,” ujar salah satu karyawan di Diva Karaoke Manado, Sabtu (27/6/2020).

Dia mengaku tidak tahu dengan protokol kesehatan seperti apa yang akan diberlakukan jika nanti tempat kerjanya kembali beroperasi. Di sisi lain juga tetap mendukung pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19.

“Pemerintah lebih paham protokol kesehatan Covid-19, yang saya harapkan hanya bisa kembali bekerja,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓