Wow, Jalan Bung Karno Banyumas Dibangun dengan Aspal Campur Limbah Plastik

Oleh Rudal Afgani Dirgantara pada 28 Jun 2020, 08:02 WIB
Diperbarui 28 Jun 2020, 08:02 WIB
Jalan Bung Karno, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah ditarget rampung akhir tahun 2020. (Foto: Liputan6.com/Pemkab Humas Banyumas)
Perbesar
Jalan Bung Karno, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah ditarget rampung akhir tahun 2020. (Foto: Liputan6.com/Pemkab Humas Banyumas)

Liputan6.com, Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas berambisi merampungkan jalan penghubung Jalan Gerilya dengan Jalan Jenderal Soedirman akhir tahun ini. Namanya, Jalan Bung Karno.

Kontrak kerja proyek yang memasuki tahap IV ini telah ditandatangani. Nilainya mencapai Rp19 miliar.

Lantas, apa yang menarik dari proyek pembangunan jalan ini?

Pertama jalan ini akan dinamai Jalan Bung Karno. Bung Karno merupakan tokoh besar, namun tak satu pun jalan yang menggunakan nama itu. Maka dipakailah nama Bung Karno untuk mengenang jasa tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia itu.

 

“Bung Karno merupakan pahlawan dan bapak bangsa,” kata Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu malam (27/6/2020).

Keunikan lain jalan ini ialah dibangun menggunakan aspal hotmix yang dicampur dengan limbah plastik. Sampah plastik menjadi persoalan serius di Banyumas.

Sebagai solusinya, Banyumas menggagas program pengurangan sampah plastik. Satu di antaranya mewajibkan kontraktor menggunakan aspal dengan campuran limbah kantong plastik.

“Semua pembangunan jalan yang menggunakan dana APBD diwajibkan menggunakan aspal yang dicampur dengan plastik,” ujar dia.

Sampah plastik yang digunakan sebagai campuran aspal hotmix harus memenuhi spesifikasi. Antara lain cacahan plastik yang digunakan harus dalam keadaan kering, bersih, dan terbebas dari bahan organik, serta ukuran cacahannya maksimal 9,5 milimeter.

Untuk mengolah satu ton aspal hotmix membutuhkan 2,51 kilogram sampah plastik yang telah dicacah. Berdasarkan hasil penelitian, aspal hotmix dengan campuran sampah plastik memiliki ketahanan terhadap deformasi dan keretakan hingga 40 persen jika dibanding aspal hotmix biasa.

Dari data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, tahun 2020 Banyumas akan membangun jalan sepanjang 103 kilometer. Pembangunan jalan sepanjang ini diperkirakan membutuhkan 95 ton limbah plastik untuk campuran aspal hotmix.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓