Kisah Mahasiswi Pasien Covid-19 di NTT Tetap Jalani Kuliah Online di Ruang Isolasi

Oleh Ola Keda pada 19 Jun 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 19 Jun 2020, 17:00 WIB
Pasien Covid-19
Perbesar
Foto: NS, saat mengikuti kuliah online di ruangan isolasi RSUD TC Hillers Maumere, NTT (Liputan6.com/Dion)

Liputan6.com, Sikka - Perjuangan seorang pasien Covid-19 di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, patut diapresiasi. Saat berjibaku sembuh Covid-19, ia tak melupakan kewajibannya sebagai seorang mahasiswi.

Meski sedang menjalani perawatan, namun ia tetap beraktivitas seperti biasa. Dari berdoa, membaca alquran hingga mengikuti kuliah jarak jauh dari ruangan isolasi.

Dia adalah NS, mahasiswa semester enam di salah satu universitas swasta di Makasar. NS merupakan warga Kampung Krokowolon, desa Waiara kecamatan Kewapante, kabupaten Sikka.

Kepada wartawan, NS mengaku tak pernah absen mengikuti perkuliahan online yang diselenggarakan kampusnya.

“Kampus tetap gelar kuliah online. Kebetulan di ruangan isolasi ada fasilitas internet yang diberikan pemerintah. Biarpun dirawat, saya tetap ikut kuliah online,” ujarnya kepada Liputan6.com, lewat telepon, Kamis (18/6/2020).

Usai kuliah online, ia harus mengerjakan tugas-tugas kuliah yang diberikan oleh dosennya. Aktivitas ini yang membuatnya tak merasa jenuh di ruangan isolasi.

“Aktivitas saya di ruangan isolasi, setiap hari kerja tugas dan belajar. Selesai kerja tugas, saya harus kirim ke dosen. Selanjutnya, saya baca buku atau video call orang tua,” dia mengungkapkan.

Sebelum divonis positif Covid-19, ia membayangkan jika ruangan isolasi untuk pasien Covid-19 sangat menakutkan. Namun, kenyataannya tak sesuai yang ia bayangkan.

Ia malah merasa nyaman berada di ruangan isolasi. Waktunya ia habiskan untuk belajar.

"Awalnya syok ketika dinyatakan positif Covid-19. Yang paling saya takuti itu saat dibawa ke ruangan isolasi. Saya berpikir ruangan isolasi ini mengerikan sekali. Saat berada di dalam, justru yang saya pikirkan itu berbeda," katanya.

Menurut dia, sakit bukan penghalang untuk menghentikannya beraktivitas sebagai mahasiwa. Bahkan, ia menganggap ruangan isolasi sebagai rumah kedua yang memberi kenyamanan.

Ia memberi motivasi kepada semua penderita Covid-19 agar tetap semangat dan terus berjuang untuk hidup.

"Jangan putus asa, masih ada hari esok untuk dikejar dan diraih. Apalagi ada jutaan hati yang peduli dengan kita. Harus optimis untuk sembuh," tandasnya.

Sebelumnya, mahasiswi jurusan pendidikan anak usia dini ini dikarantina bersama ratusan penumpang KM Lambelu di Sikka Convention Center (SCC) pada awal April 2020 lalu. Ia dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tiga kali rapid test dan dua kali tes swab.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓