Puluhan Pasien Positif Covid-19 Kategori OTG Masih Berkeliaran di Manado

Oleh Yoseph Ikanubun pada 18 Jun 2020, 22:00 WIB
Diperbarui 18 Jun 2020, 22:00 WIB
Gugus Tugas Covid-19 Kota Manado bersama aparat kepolisian berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk mengevakuasi pasien Covid-19.
Perbesar
Gugus Tugas Covid-19 Kota Manado bersama aparat kepolisian berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk mengevakuasi pasien Covid-19.

Liputan6.com, Manado Masyarakat diminta mewaspadai keberadaan puluhan pasien positif Covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) yang hingga kini belum masuk rumah isolasi dan masih beraktivitas seperti biasa di Manado. Sementara, Gugus Tugas mulai bergerak mengevakuasi satu per satu OTG tersebut.  

Seorang pasien positif Covid-19 kategori OTG yang melakukan isolasi mandiri di rumah dilaporkan warga karena sudah tidak menaati protokol kesehatan dan telah beraktivitas di Pasar Pinasungkulan, Selasa (17/6/2020).

Kapolsek Urban Wanea AKP Bartholomeus Dambe menuturkan telah mendampingi Dinkes Kota Manado dan telah mengevakuasi pasien tersebut.

"Identitas pasien tersebut berinisial SK umur 47 tahun warga Karombasan Utara," ujar Dambe.

Selain itu, pihak kepolisian bersama Dinkes Kota Manado juga melakukan edukasi ke pihak keluarga dengan persuasif dan humanis untuk dilakukan evakuasi kepada pasien tersebut.

"Keluarga sudah menyepakati yang bersangkutan untuk mereka bawa sendiri ke RS Bhayangkara untuk diisolasi," jelas Kapolsek.

Proses evakuasi pasien positif tersebut disaksikan oleh Asisten II Setdakot Manado Recky Philips Sondakh, Kepala Puskesmas Ranotana Weru dr Maya Pelle, serta perwakilan Dinkes Kota Manado dr Marini.

Sebelumnya, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulut Jemmy Kumendong mengatakan ada sekitar 50 OTG yang terpapar Covid-19, dan masih berkeliaran.

"Kita mendapat laporan dari Gugus Tugas Manado terkait puluhan OTG ini, mereka menolak dievakuasi karena merasa tidak memiliki penyakit apapun," ujarnya.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel mengatakan menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya memanfaatkan sejumlah rumah singgah untuk menampung pasien Covid-19 yang masuk kategori OTG.

"Ada 38 OTG yang dirawat di rumah singgah, kita berharap yang belum masuk rumah singgah agar secara sadar bisa datang untuk mengisolasi diri," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓