Cara Gubernur Edy Bantu UMKM Sekitar Danau Toba Terdampak COVID-19

Oleh Reza Efendi pada 16 Jun 2020, 10:49 WIB
Diperbarui 16 Jun 2020, 10:49 WIB
Danau Toba
Perbesar
Gambar pada 3 April 2019 menunjukkan sebuah kapal wisata tiba di Pulau Samosir, pulau vulkanik di tengah Danau Toba, provinsi Sumatera Utara, 3 April 2019. Di kalangan masyarakat Batak sendiri, Danau Toba ibaratnya inang atau ibu yang akan selalu menanti dengan keindahannya. (GOH CHAI HIN / AFP)

Liputan6.com, Medan Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitaran Danau Toba sangat terdampak secara ekonomi. Terkait hal ini para pengusaha Sumatera Utara (Sumut) menyatakan siap membantu.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, ada sekitar 6.000 UMKM yang terdapat di tujuh kabupaten di sekitaran Danau Toba. Semua UMKM ini menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata yang saat ini sedang mengalami kelesuan akibat COVID-19.

Guberur Edy mengumpulkan para pengusaha Sumut pada Senin, 15 Juni 2020, agar mau meringankan beban UMKM, sehingga usaha mereka tetap bisa berjalan. Sebab, saat ini orang takut berwisata ke Danau Toba karena COVID-19.

"Apa yang bisa kita lakukan untuk UMKM di sekitaran Danau Toba ini," kata Edy Rahmayadi, saat bertemu pada pengusaha Sumut di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut, Jalan Sudirman, Kota Medan.

Dalam pertemuan, ada 10 perusahaan yang menghadiri undangan Gubernur Edy, yaitu PT Aquafarm Nusantara, PT Toba Pulp Lestari, PT Merek Indah Lestari, PT Bajradaya Sentranusa, PT Inalum, PT Sari Tani Pemuka, PT Allegrindo Nesantara, PT Dairi Prima Mineral, PT Perhotelan Surya Niagara, dan PT Medco Geopower Sarulla.

Orang nomor satu di Sumut itu mengucapkan terima kasih kepada para perusahaan tersebut karena siap membantu UMKM di sekitaran Danau Toba yang terdampak berat secara ekonomi karena COVID-19. Namun, Gubernur Edy meminta agar bantuannya tidak dalam bentuk uang.

"Kita berharap ada bantuan yang bisa membuat UMKM tetap berjalan, misalnya membantu produksi, membantu pemasaran, pelatihan, sehingga mereka mampu menjual produknya secara online dan lainnya," sebut Edy.

Pertemuan ini merupakan yang pertama antara Gubernur Edy dengan para pengusaha Sumut. Akan ada pertemuan selanjutnya, dengan membahas secara teknis bantuan yang akan diberikan ke UMKM sekitaran Danau Toba.

"Kita menyatukan persepsi dulu dan pertemuan selanjutnya akan membahas teknisnya kemudian akan segera kita aplikasikan," terangnya.

 

2 dari 3 halaman

Bapak Angkat UMKM

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Perbesar
Pertemuan dengan pengusaha Sumut

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut, Ria Novida Telaumbanua menegaskan, bantuan kepada UMKM di sekitaran Danau Toba sangat dibutuhkan saat ini. Tujuannya agar ketika pariwisata dibuka, UMKM di sekitaran Danau Toba masih ada.

"Kami berharap pengusaha-pengusaha mau menjadi bapak angkat dari UMKM kita di sana agar ekosistem pariwisata di Danau Toba tetap berjalan," ungkapnya.

Selama pandemi COVID-19 pengusaha-pengusaha Sumut sebenarnya sudah membuat program-program bantuan kepada masyarakat setempat. Namun dengan dimotori Gubernur Edy, menurut Ria akan lebih terkoordinir dan terarah.

"Setelah pertemuan ini, bantuan akan lebih terkoordinir. Bantuan diharapkan bisa tetap membuat UMKM hidup," Ria menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓