Kupang Terpilih Jadi Percontohan Kota Berketahanan Iklim

Oleh Ola Keda pada 16 Jun 2020, 02:00 WIB
Diperbarui 16 Jun 2020, 02:00 WIB
Kota Contoh Proyek CRIC
Perbesar
Foto: Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man saat rapat bersama stakeholder membahas soal CRIC (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Kupang - Kota Kupang terpilih menjadi salah satu dari 10 kota contoh di Indonesia, penerima manfaat proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC).

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, mengatakan, proyek CRIC akan mendukung kota-kota dalam mempersiapkan rencana pembangunan perkotaan selama lima tahun ke depan sebagai kota-kota yang berketahanan iklim dan berkelanjutan melalui analisis ilmiah, penerapan perangkat yang inovatif dan pembelajaran, khususnya untuk memperkuat praktik tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, proyek ini juga untuk mempercepat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pemahaman yang lebih baik tentang sumber daya lokal dan masyarakat, kekompakan sosial, inklusif, kemakmuran dan kota-kota inovatif serta ketahanan iklim dan upaya pelestarian lingkungan hidup.

CRIC telah mengidentifikasi sepuluh kota di Indonesia sebagai penerima manfaat kegiatan ini, salah satunya Kota Kupang Kota-kota lainnya antara lain Pangkalpinang, Bandar Lampung, Cirebon, Samarinda, Banjarmasin, Mataram, Gorontalo dan Ternate.

Menurut dia, kepala daerah dari 10 kota tersebut diminta untuk mempersiapkan beberapa hal. Pertama yang harus dipersiapkan oleh Pemkot Kupang adalah menerbitkan SK Pokja untuk kegiatan tersebut.

Nantinya, kegiatan ini melibatkan sejumlah elemen penting antara lain akademisi yang memiliki keahlian di bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, para pelaku usaha yang punya perhatian terhadap pembangunan di Kota Kupang, komunitas seperti LSM/NGO yang peduli terhadap persoalan lingkungan hidup dan bencana serta pemerintah selaku pengambil kebijakan.

Hal lain yang perlu disiapkan adalah pernyataan komitmen Pemerintah Kota Kupang. Mengenai hal ini, menurut dia, Pemkot Kupang mendapat apresiasi dari penyelenggara, karena sejak awal menunjukkan kesungguhan.

"Kita diapresiasi karena menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi, wali kota dan wakilnya ikut langsung dalam pembahasan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (13/6/2020).

Ia menambahkan, Pemkot Kupang bersama tim CRIC akan melakukan kajian urban analysis untuk menyesuaikan kebutuhan atau potensi masalah yang ada pada setiap kota berdasarkan isu tematik proyek CRIC.

"Pemkot harus menyediakan data dan informasi terkait. Data dan informasi yang ada di website resmi Pemkot Kupang harus selalu diperbaharui sehingga tim lebih mudah mengakses informasi terutama data kependudukan dan keuangan daerah," dia menandaskan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya