Kisah Warga Sragen Koleksi 4.000 Fosil Selama 45 Tahun, Tak Dijual Meski Ditawar Ratusan Juta

pada 14 Jun 2020, 10:13 WIB
Diperbarui 14 Jun 2020, 10:25 WIB
Temuan fosil mamut raksasa oleh sekelompik tim arkeolog di lokasi proyek bandara baru Meksiko.
Perbesar
Temuan fosil mamut raksasa oleh sekelompik tim arkeolog di lokasi proyek bandara baru Meksiko. (Source: Facebook Vagando con Mafedien)

Sragen - Sudarsono, 62, seorang warga Dukuh Ngadirejo, Desa Sambungmacan, Sragen, memiliki ribuan fosil yang di-koleksi di rumahnya. Dia mengumpulkan sekitar 4.000 fosil dan benda-benda kuno lain sejak 1975.

Fosil dan benda-benda kuno itu sebagian besar ditemukan saat penggalian proyek sodetan Sungai Bengawan Solo pada 1975. Kebanyakan fosil itu terdiri dari tengkorak manusia purba, serpihan tulang hewan purba, kapak, hingga botol bekas peninggalan akhir abad 18 hingga awal abad 19.

"Semua fosil itu saya temukan di proyek sodetan Sungai Bengawan Solo pada 1975. Dulu dibiarkan teronggok, bercampur material tanah dan batu. Pada saat itu saya masih kecil. Saya iseng saja mengumpulkan barang-barang itu di rumah," ujar Sudarsono saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat (12/6/2020).

Sudarsono tidak menyangka fosil tersebut menarik minat warga asing. Dia pun mendapat banyak tamu dari luar negeri yang ingin melihat koleksi fosil di rumahnya di Sragen.

Seperti diberitakan Solopos.com, Awalnya ribuan fosil itu hanya ditumpuk di rumah Sudarsono. Pada masa kepemimpinan Bupati Agus Fatchur Rahman, dia medapat hibah tiga lemari yang dipakai untuk memajang koleksi fosilnya. Sementara sekitar 2.000 fosil yang belum diidentifikasi masih menumpuk di sebuah rak panjang.

Sesuai amanat UU No. 11/2010, masyarakat diperbolehkan merawat benda cagar budaya secara mandiri. Rumah fosil milik Sudarsono merupakan salah satu museum kecil yang dikelola oleh masyarakat.

Kendati begitu, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi jika masyarakat ingin merawat benda cagar budaya itu secara mandiri. Beberapa syarat itu adalah bersedia melaporkan koleksi museum secara berkala.

Informasi yang disampaikan kepada pengunjung dipastikan benar. Bersedia melakukan konservasi secara berkala dan mau menjaga benda cagar budaya itu supaya tidak hilang.

Rumah koleksi fosil milik Sudarsono di Sragen itu sudah dikunjungi berbagai ilmuan dari mancanegara. Rata-rata mereka adalah para arkeolog yang tertarik meneliti benda purbakala di daratan Jawa.

Sudarsono berkomitmen terus menjaga benda purbakala yang dilindungi oleh Negara itu. Dia tidak memungkiri ada banyak tawaran menggiurkan dari para tamu dari mancanegara.

Mereka bermaksud membeli koleksi fosil di Sragen itu dengan harga fantastis mulai dari Rp50 juta hingga Rp200 juta per fosil. Akan tetapi, Sudarsono tidak berniat menjual fosil-fosil itu meski ditawar dengan harga fantastis.

Dapatan berita menarik Solopos.com lainnya, di sini:

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓