SPBU di Pancur Batu Medan Disegel Karena Jual BBM Terkontaminasi

Oleh Reza Efendi pada 30 Mei 2020, 09:35 WIB
Diperbarui 30 Mei 2020, 09:35 WIB
20161114-Mesin Pompa SPBU Juanda Ditutup Polisi-Depok
Perbesar
Seorang petugas berjalan dekat mesin pompa solar yang dipasangi garis polisi di SPBU Jalan Juanda, Depok, Senin (14/11). Polresta Kota Depok menyegel dan menutup sementara SPBU itu lantaran diduga mencampur solar dengan air. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Medan Pertamina menyegel salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di kawasan Kecamatan Pancur Batu, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Penyegelan ditenggarai penjualan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite yang sudah terkontaminasi.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk memeriksa ke lapangan terkait persoalan tersebut.

"Dari hasil pengecekan internal, SPBU di Jalan Jamin Ginting-Pancur Batu nomor 14.203.170 sudah tidak beroperasi sejak Agustus 2019," kata Roby, Sabtu (30/5/2020).

Dijelaskan Roby, hal tersebut dikarenakan SPBU yang bersangkutan belum mendapatkan izin penggunaan lahan. Sesuai standar operasional perusahaan, Pertamina langsung menghentikan penyaluran BBM ke SPBU tersebut.

"Hasil pemeriksaan kami, diduga oknum SPBU menjual sisa stok yang ada dalam tangki tanpa sepengetahuan dan izin Pertamina," jelasnya.

Diungkapkan Roby, kandungan air yang terdapat pada BBM Dexlite dari SPBU tersebut diperkirakan berasal dari sisa penguapan dalam tanki. Karena sejak lama tidak digunakan, terkumpul penguapan, sehingga mengontaminasi stok BBM dalam tangki.

"Kita sudah menurunkan tim untuk menyegel seluruh nozzle dispenser di SPBU tersebut," ungkapnya.

Tindakan tegas dilakukan Pertamina untuk menghindari digunakan kembali tanpa sepengetahuan. Pertamina juga melakukan pemeriksaan dan pencatatan sisa stok serta totalisator.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lapor Polisi

20161114-Mesin Pompa SPBU Juanda Ditutup Polisi-Depok
Perbesar
Garis polisi terpasang di mesin pompa solar yang diduga bercampur air di SPBU Jalan Juanda, Depok, Senin (14/11). Polresta Kota Depok menyegel dan menutup sementara SPBU tersebut lantaran diduga mencampur solar dengan air. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Berdasarkan laporan polisi dengan Nomor: STTLP/1279/V/2020/SPKT Restabes Medan, pada 22 Mei 2020, seorang warga bernama Yosua Barus melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polrestabes Medan.

Dalam laporannya, Yosua selaku pemilik kendaraan menemukan BBM bercampur air. Hal itu dialaminya pada Rabu, 20 Mei 2020, saat mengisi BBM di SPBU Jalan Jamin Ginting-Pancur Batu nomor 14.203.170.

Yosua merasakan keanehan karena kendaraan yang dibawanya tidak enak dibawa jalan usai mengisi BBM di SPBU tersebut, bahkan pada layar speedometer kendaraannya ada pemberitahuan terkait masalah.

Merasakan keanehan tersebut, Yosua memeriksa dan menemukan tangki minyak kendaraannnya bercampur air. Yosua kemudian ke bengkel untuk membongkar tangki minyak kendaraannya yang telah terkontaminasi air.

Peristiwa yang dialami Yosua sempat beredar di media sosial seperti Instagram. Informasi ini diterima pihak Pertamina MOR I, yang kemudian menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan penyelidikan hingga mengambil tindakan tegas.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓