Sopir Dikarantina, Wakil Wali Kota Solo dan Keluarga Ikut Rapid Test Covid-19

Oleh Fajar Abrori pada 29 Mei 2020, 00:00 WIB
Diperbarui 09 Jun 2020, 04:53 WIB
Asya Berikan Rapid Test Gratis dengan Konsep Drive Thru
Perbesar
Tenaga medis mengambil sampel darah saat rapid test Covid-19 gratis di danau Asya Jakarta Garden City, Jakarta Timur (28/5/2020).Perumahan Asya memberikan layanan rapid test sebagai upaya membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan konsep drive thru. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Solo - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar rapid test yang diikuti Wali Kota Solo  FX Hadi Rudyatmo dan sejumlah pegawai di lingkungan Balai Kota Solo. Hasilnya sopir mobil dinas Wakil Wali Kota Solo dinyatakan reaktif.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menunjukkan hasil rapid test yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo pada Rabu, 27 Mei 2020 kemarin. Dari seluruh peserta rapid test, yang hasilnya reaktif ada dua orang.

"Yang hasil reaktif driver Pak Pur (panggilan Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo) dan petugas Pamdal (pengamanan dalam) balai kota," kata Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy ketika ditemui di rumah karantina Graha Wisata Niaga Solo, Kamis, 28 Mei 2020.

Adanya hasil reaktif tersebut menyebabkan dua pegawai itu langsung menjalani karantina sejak Rabu siang kemarin. "Sudah dikarantina tidak boleh masuk kerja," ucapnya.

Lantas untuk memastikan apakah sopir mobil dinas Wakil Wali Kota Solo itu terpapar virus corona Covid-19, pada Kamis siang, dia langsung menjalani uji seka di RS UNS. "Siang tadi sudah di-swab," tuturnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo setelah mengetahui sopir mobil dinasnya reaktif rapid test, dirinya beserta keluarga juga melakukan rapid test pada Kamis pagi di kediaman.

"Karena Pak Nardi (sapaan sopir mobil dinas wakil wali kota) reaktif, makanya saya menjalani rapid test di rumah. Saya, istri, sopir pribadi, pembantu dan satpam. Total 7 orang yang di-rapid test," sebutnya.

Kini sopir mobil dinasnya pun telah diganti dengan sopir lain. Pasalnya, sopir mobil dinasnya yang lama itu harus menjalani karatina di Graha Wisata Niaga karena khawatir keluarganya tertular.

"Malah sejak kemarin Pak Nardi sudah istirahat dan karantina. Di rumah enggak bisa karantina terus ke Graha Wisata," Achmad Purnomo menceritakan.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓