Tenaga Kesehatan Perawat Pasien Covid-19 di Dompu Kabur, Ada Apa?

Oleh Miftahul Yani pada 23 Mei 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 23 Mei 2020, 15:00 WIB
Antara Pasien Covid-19 dan Ramadan
Perbesar
Perawat menyiapkan makanan di ruangan pasien di Rumah Sakit Haji, Jakarta, Jumat (9/5/2020). Garda terdepan penanganan Covid-19 ini tetap menjalani bulan Ramadan di sela-sela menangani pasien terinfeksi dengan melakukan tadarus Al Quran dan juga buka puasa bersama. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Dompu - Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang merawat pasien positif Covid-19 di Wisma Terpijar (Gedung Sanggilo) Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kabur pada hari Selasa, (19/5/2020) sekitar pukul 22.50 Wita.

Informasinya, aksi kabur dari Wisma di Desa Selaparang, Dompu itu sekaligus wujud mogok kerja karena mereka kecewa kesejahteraan atau hak mereka tak sesuai harapan.

"Para tenaga kesehatan di Wisma Terpijar semuanya sudah pulang, sehingga ruangan yang mereka tempati sepi. Infonya mereka kecewa soal kesejahteraan," ucap seorang sumber.

Terkait peritiwa kaburnya tenaga medis ini, anggota tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Dompu, Abubakar Husain membantah. Menurut dia, peritiwa itu hanya salah paham alias miss-komunikasi.

"Para Nakes tersebut bukan kabur melainkan mereka berkumpul bahas THR, biasa dekat lebaran," ucapnya.

Namun, Abubakar yang juga Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dikes Dompu mengaku belum tahu pasti apa masalahnya. Kata dia, empat tenaga kesehatan sudah kembali bertugas untuk merawat enam orang pasien yang positif sesuai jadwal piket.

"Iya miss-komunikasi saja. Saya juga belum tahu pasti apa masalahnya, soalnya saya tiba di gedung Sanggilo tenaga medisnya ada," ujar Abubakar.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓