Cara Polisi Riau Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh M Syukur pada 16 Mei 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 09:00 WIB
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi berbincang dengan pengemudi becak motor yang mengantarkan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Pelalawan
Perbesar
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi berbincang dengan pengemudi becak motor yang mengantarkan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Pelalawan. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pelalawan - Pendemi Corona Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Beragam sektor kehidupan terdampak termasuk ketahanan pangan, terutama daerah yang pasokan sembakonya dari luar daerah.

Kabupaten Pelalawan termasuk daerah terancam ketahanan pangannya karena tak banyak masyarakat di sana bertani kebutuhan dapur. Oleh karena itu, Polda Riau menginisiasi masyarakat untuk bercocok tanam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, tanaman palawija dan sayuran memang butuh waktu dua bulan panen. Jangka waktu itu akan efektif memenuhi kebutuhan dapur jika Covid-19 tak kunjung berakhir.

"Tidak hanya menanam saja, ke depannya saya ingin menyaksikan panennya. Ingin melihat apa yang diusahakan bersama-sama ini berhasil," kata Agung di Pelalawan, Jumat siang, 15 Mei 2020.

Agung menjelaskan, kegiatan bertani masyarakat bersama Polri, TNI dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan ini menyediakan 13 hektare lahan. Puluhan kelompok tani sekitar berpartisipasi bercocok tanam.

Masyarakat tinggal mengolah lahan karena bibit, alat tani dan pupuk sudah disediakan. Bagi kelompok tani yang suka perikanan, di sana juga sudah disediakan beberapa kolam dan bantuan bibit.

"Ada bibit cabai rawit, jagung manis, kangkung, sawi, bayam, timun, ikan lele, nila dan patin," kata Agung didampingi Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto SIK.

Selama bertani, masyarakat tidak dilepas begitu saja karena ada tenaga ahli untuk penyuluhan. Polda Riau juga menempatkan personel Bhabinkamtibmas sebagai vioner bersama Babinsa.

"Mudah-mudahan imbas ekonomi karena Covid-19 ini bisa tertangani dengan bercocok tanam," kata Agung.

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris menyatakan, bercocok tanam merupakan salah satu solusi menghadapi kondisi sulit ini. Dia yakin masyarakat bisa melewati kalau bertani dengan serius.

Bagi Pelalawan, kata Harris, kegiatan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan daerah jika berhasil nantinya. Pasalnya selama ini, Pelalawan selalu memasok kebutuhan dari daerah tetangga.

"Terimakasih Pak Kapolda atas inisiasinya," kata Harris.

2 dari 4 halaman

Ikan Lele di Ember

Warga terdampak Covid-19 penerima bantuan bibit sayur dan ikan untuk bercocok tanam di tengah pandemi Covid-19.
Perbesar
Warga terdampak Covid-19 penerima bantuan bibit sayur dan ikan untuk bercocok tanam di tengah pandemi Covid-19. (Liputan6.com/M Syukur)

Terpisah, warga bernama Ninsi, mengaku bersyukur atas bantuan berupa ember ukuran besar, bibit kangkung dan bibit ikan lele. Ember itu nantinya dijadikan tempat beternak ikan lele dengan daya tampung hingga 80 ekor.

Di atas permukaan air, bibit kangkung bisa hidup dengan subur karena mendapat asupan air serta pupuk dari ikan lele. Nantinya, Ninsi hanya perlu menjaga ember supaya tidak bocor ataupun ikannya keluar.

"Juga dibantu pakan ikannya tadi, selain ini juga ada paket sembako," kata Ninsi.

Ninsi menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh dirinya dan keluarga. Dia tak bisa beraktivitas leluasa karena harus menjaga jarak dengan yang lain agar terhindar dari virus dari Wuhan, China ini.

Untuk bantuan, dia mengaku baru pertama kali mendapatkannya sejak pandemi Virus Corona mulai menjangkiti beberapa warga di kabupatennya. Ninsi berharap bantuan dari pemerintah segera turun.

"Bantuan bibit ini akan dimanfaatkan betul untuk kebutuhan sehari-hari," jelas Ninsi.

Di tempatnya tinggal, ada sejumlah kelompok tani mendapatkan bantuan bibit ikan lele, nila, dan patin. Ada sejumlah kolam dipersiapkan agar masyarakat mandiri menyediakan kebutuhan pangan.

Kapolda sempat berbincang-bincang dengan perwakilan kelompok tani penerima bantuan, setelah melepas bibit ikan ke kolam. Kapolda menyatakan akan datang lagi untuk melihat panennya.

3 dari 4 halaman

Paket Sembako

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menebar bibit ikan nila agar masyarakat bisa bertani di pandemi Covid-19.
Perbesar
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menebar bibit ikan nila agar masyarakat bisa bertani di pandemi Covid-19. (Liputan6.com/M Syukur)

Sebelum bantuan tani, Irjen Agung melepas pengemudi puluhan becak motor dan personel Bhabinkamtibmas serta Babinsa. Mereka semua membawa ratusan paket sembako yang nantinya dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Menurut Agung, pembagian menggunakan jasa becak ini sebagai penerapa protokol kesehatan. Dengan demikian, warga tidak perlu berkerumun tapi di rumah saja menerima bantuan.

Agung menyebut becak motor dan personelnya tidak salah sasaran karena sudah ada data masyarakat terdampak. Pengemudi becak juga sudah memegang alamat tujuan sembako itu diantarkan.

"Ada 650 paket sembako memakai jasa 14 Babinsa, 47 Bhabinkamtibmas dan 93 pengemudi becak," kata Agung.

Menggunakan becak motor juga cara polisi berbagi rezeki di tengah pandemi Covid-19 ini. Setiap pengemudi mendapat upah dari Polres Pelalawan setiap bulannya.

"Ada Rp 600 ribu setiap bulan dari Polres," ucap seorang pengemudi ke Irjen Agung.

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓