Penyebab Sejumlah Tenaga Medis di Sulut Terpapar Covid-19

Oleh Yoseph Ikanubun pada 16 Mei 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 08:00 WIB
Tenaga medis saat menjalankan tugas memeriksa pasien di fasilitas kesehatan.
Perbesar
Tenaga medis saat menjalankan tugas memeriksa pasien di fasilitas kesehatan.

Liputan6.com, Manado - Data dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut hingga Kamis (14/5/2020), tercatat 10 tenaga medis, dan 6 karyawan di fasilitas kesehatan (faskes) di Manado terpapar Covid-19.

"Ini menjadi perhatian serius kami, apalagi mereka terpapar saat menangani pasien terkait Covid-19," ujar Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel, Kamis malam.

Saat ditanya terkait penyebab terpaparnya sejumlah tenaga medis dan karyawan di Faskes, Dandel menyebut standar penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu penyebabnya.

"Seorang tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat memang wajib menggunakan APD saat bertugas merawat pasien positif Covid-19," ujarnya.

Dandel mengatakan, dia tidak berasumsi bahwa tenaga medis di Sulut yang positif akibat penggunaan APD yang salah.

"Namun perlu dijelaskan ke publik, penggunaan APD keliru bisa menimbulkan masalah besar, terutama dalam proses melepas APD," dia mengatakan.

Dia mengatakan, jika ada satu bagian saja yang salah maka itu sudah berisiko terhadap tenaga medis yang sedang bertugas.

"SOP penggunaan APD sudah dipahami semua tenaga medis, namun potensi melakukan kesalahan tetap ada," ujarnya.

Diketahui, tambahan 1 kasus baru positif Covid-19 di Sulut yang diumumkan Kamis malam adalah seorang tenaga medis di Manado.

"Masuk dalam Klaster Faskes B Manado. Di klaster ini total berjumlah 4 orang," ujarnya.

Dengan bertambahnya 1 pasien dari tenaga kesehatan ini, sudah ada 4 dokter, 6 perawat, dan 6 karyawan Faskes di Sulut yang positif Covid-19.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓