Penyebaran COVID-19 di Medan dan Deli Serdang Tertinggi se-Sumut

Oleh Reza Efendi pada 12 Mei 2020, 12:15 WIB
Diperbarui 12 Mei 2020, 16:06 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Perbesar
Perlu sinergi dan gerakan bersama dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Medan, Deli Serdang, dan Kota Binjai.

Liputan6.com, Medan - Dari data penyebaran virus Corona COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang merupakan daerah yang tertinggi dibanding daerah lainnya di Sumut.

Per-Senin, 11 Mei 2020, tercatat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang positif COVID-19 di Medan 132 orang, PDP 87 orang, sembuh 35 orang, dan meninggal Dunia 13 orang. Deli Serdang positif 20 orang, PDP 19 orang, dan 4 orang meninggal.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, perlu sinergi dan gerakan bersama dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Medan, Deli Serdang, dan Kota Binjai.

Gerakan bersama terkait tiga hal yang menjadi fokus utama, operasi masker, penyediaan tempat-tempat cuci tangan, dan penerapan ketat physical distancing.

Ketiga daerah ini menjadi fokus utama dalam penanganan penyebaran COVID-19 saat ini dikarenakan daerah ini seperti tidak memiliki batas. Perpindahan masyarakat di ketiga daerah ini begitu masif dan jarak ketiga daerah ini juga sangat berdekatan. 

"Secara demografi, ketiga daerah ini memiliki penduduk yang sepertinya tidak memiliki batasan. Kita fokus pada ketiga daerah ini, apalagi Medan dan Deli Sedang daerah dengan kasus tertinggi," kata Edy, Selasa (12/5/2020).

Dengan mengontrol ketat ketiga daerah itu, diharapkan jumlah kasus terinfeksi COVID-19 di Sumut bisa ditekan. Pelaksanaannya, Pemprov Sumut bersama dengan Medan, Deli Serdang dan Binjai melaksanakan operasi masker di tiga daerah tersebut.

Setelah pembagian masker diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak menggunakan masker ketika di luar rumah. Bila ada yang kedapatan tidak menggunakan masker akan diberi sanksi tegas dan tidak diperbolehkan masuk ke pasar, supermarket, jalan raya, dan tempat-tempat publik lainnya.

Selain masker, juga memperbanyak fasilitas cuci tangan di tempat-tempat umum dan penerapan physical distancing. Pemprov Sumut dan ketiga daerah ini juga sepakat menindak cafe-cafe yang tetap tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Setelah ketiga daerah ini berhasil, kita lanjutkan lagi ke daerah-daerah lain di Sumut," sebut Edy. 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Siap Laksanakan

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Perbesar
Dengan mengontrol ketat ketiga daerah tersebut, diharapkan jumlah kasus terinfeksi COVID-19 di Sumut bisa ditekan

Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menyebut, Pemerintah Kota (Pemko) Medan siap melaksanakannya. Pihaknya akan mengisolasi semua pasien positif dan juga PDP, dan tidak ada perawatan di rumah karena dilihat dari kluster pasien.

"Ada sekitar 15 orang yang menularkan COVID-19 di keluarga intinya. Dia menularkan 1-4 orang di keluarganya. Maka dari itu di Medan tidak ada pasien PDP dan positif yang di rawat di rumah, semua harus di isolasi," ungkapnya.

Wali Kota Binjai, M Idham, dan Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, juga setuju dan siap mendukung kebijakan tersebut.

"Satu yang perlu kita perkuat menurut saya, ada di pasar karena kesadaran masyarakat kita yang ada di pasar masih sangat rendah," ungkap Ashari.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pemprov Sumut, Alwi Mujahit menjelaskan, rencananya akan ada pembagian 1.000 masker per harinya selama tiga hari berturut-turut di ketiga daerah ini.

Hal utama yang menjadi perhatian setiap daerah adalah menyukseskan Perwal Nomor 11 Tahun 2020.

"Pola ini merupakan yang pertama dalam penanganan COVID-19 di Indonesia. Jika berhasil, menjadi contoh untuk daerah-daerah lain," Alwi menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓