Cerita Saksi Mata Saat Kapal Tanker Terbakar di Pelabuhan Belawan

Oleh Reza Efendi pada 11 Mei 2020, 19:20 WIB
Diperbarui 12 Mei 2020, 00:26 WIB
Kapal tanker terbakar
Perbesar
Seorang saksi mata bernama Khaidir mengatakan, kebakaran diketahuinya setelah adanya suara ledakan keras dari dalam kapal.

Liputan6.com, Medan - Si Jago Merah menghanguskan kapal tanker di Pelabuhan Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kapal yang terbakar MT Jag Leela berlokasi di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan.

Seorang saksi mata bernama Khaidir mengatakan, kebakaran diketahuinya setelah bunyi suara ledakan keras dari dalam kapal. Selanjutnya muncul kepulan asap tebal sekitar pukul 08.45 WIB. Khaidir mengetahui hal itu saat baru selesai Salat Dhuha.

"Saya terkejut. Kapal kami juga sedang bongkar muat, dan saya lari. Belum sempat selamatkan barang-barang," kata Khaidir, Senin (11/5/2020).

Karena merasa panik, Khaidir berlari menjauh dari lokasi yang jaraknya lebih kurang 200 meter dari kapal untuk menyelamatkan diri. Saat sedang berlari, pria 27 tahun ini juga mengaku kembali mendengar suara ledakan dari dalam kapal.

"Saat asap menjalar dari depan ke belakang, kelihatan ABK (Anak Buah Kapal). Di belakang itu kelihatan sekitar 20 orang. Mereka menyelamatkan diri semua," ujar Khaidir yang bekerja di PT Hamda.

Kapal yang terbakar tersebut telah bersandar lebih kurang tiga minggu di Pelabuhan Belawan karena ada pengerjaan. Diungkapkan Khaidir, saat api melambung tinggi ke udara, dirinya sempat melihat ada beberapa pekerja yang menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.

"Ada empat atau lima sudut terbakar. Rata-rata ABK dari kapal lain juga lompat ke laut dengan cara melompat," ungkapnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Korban Tewas

Kapal tanker terbakar
Perbesar
Ada 22 orang yang terluka dan telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di kawasan Belawan, seperti Rumah Sakit PHC dan Rumah Sakit TNI Angakatan Laut.

Berdasarkan informasi diperoleh, satu orang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gosong di kapal tanker yang terbakar tersebut.

Kabar ini juga dibenarkan Kapolres Belawan, AKBP Dayan. Kabar diperolehnya usai melihat para korban luka bakar di beberapa rumah sakit.

"Iya, sekitar jam 4 sore tadi kita dapat kabar ada satu orang ditemukan di atas kapal dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolres.

Diterangkan Dayan, pihaknya mencatat ada 22 orang yang terluka dan telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di kawasan Belawan, seperti Rumah Sakit PHC dan Rumah Sakit TNI Angakatan Laut.

"Korban luka-luka untuk sementara ada 22 orang," ucapnya.

Hingga saat ini, kapal tanker berukuran panjang lebih kurang 250 meter yang digunakan untuk mengangkut minyak masih mengeluarkan kepulan asap hitam.

Petugas juga masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan, kemudian untuk melakukan penyelidikan.

3 dari 4 halaman

Evakuasi

Kapal tanker terbakar
Perbesar
Pemadaman api dilakukan oleh unsur-unsur maritim

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengonfirmasikan, kebakaran terjadi di galangan kapal milik PT. Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan, Medan, Sumut.

Kapal terbakar MT Jag Leela yang sedang melakukan perawatan atau docking di galangan kapal milik PT. Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan.

"Berlokasi dan berjarak kurang lebih 1-2 kilometer dari kantor Distrik Navigasi Kelas I Belawan," jelas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad.

Pemadaman api dilakukan oleh unsur-unsur maritim seperti Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Syahbandar Utama Belawan, PT. Pelindo I Belawan, Dinas Pemadam Kebakaran Belawan yang mengerahkan 6 unit mobil pemadam, dan Polairud Belawan.

Sementara dari sisi Laut kapal patroli KPLP KN. 5205 sudah berada di sekitar kejadian untuk mengamankan sisi laut dengan jarak sekitar 200 m dari lokasi. Ada 3 kapal terlibat dalam kegiatan pemadaman dari sisi laut. Kapal-kapal tersebut adalah milik Pelindo I dan PT. Waruna.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓