Longsor Terjang OKU Selatan, Belasan Akses Jalan Lumpuh dan Sebagian Desa Terisolasi

Oleh Liputan6.com pada 10 Mei 2020, 02:30 WIB
Diperbarui 10 Mei 2020, 02:30 WIB
Ilustrasi longsor (AFP Photo)
Perbesar
Ilustrasi longsor (AFP Photo)

Liputan6.com, Palembang - Hujan lebat selama dua hari terakhir menimbulkan belasan titik tanah longsor di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan selain bencana banjir yang juga merendam ratusan rumah warga.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, setidaknya hingga Sabtu malam tercatat 13 titik longsor.

Titik longsor itu tersebar di Kecamatan Pulau Beringin, Kecamatan Buana Pemaca, Kecamatan Kisam Tinggi, dan Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah.

"Longsor mayoritas di pinggir jalan desa, titiknya cukup banyak dan kami masih menginventarisir," ujar Ansori di Martapura saat dihubungi dari Palembang, dilansir Antara.

Menurut dia di Kecamatan Pulau Beringin terdapat sembilan titik longsor, kemudian di Kecamatan Buana Pemaca satu titik di Desa Tekana.

Di Kecamatan Kisam Tinggi longsor terjadi di Desa Tenang dan Desa Simpang Tiga, serta satu titik longsor di Desa Simpang Sender Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah.

Hingga Sabtu malam sebagian akses jalan belum dapat dilewati dan sebagian desa terisolasi karena material longsoran tanah masih dibersihkan TRC BPBD bersama dinas terkait dengan alat berat.

Sementara akibat longsor di Desa Anugerah Kemu Kecamatan Pulau Beringin, seorang warga yang baru pulang berkebun terluka dan mengalami patah tangan akibat sepeda motor yang dikendarainya terbawa tanah longsor pada pukul 15.00 saat hujan deras.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓