Di Tengah Pandemi Corona COVID-19, Ribuan TKI Akan Kembali Masuk Sumut

Oleh Reza Efendi pada 06 Mei 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 06 Mei 2020, 18:13 WIB
TKI dari Singapura jalani rapid test di Bandara Soetta
Perbesar
TKI dari Singapura jalani rapid test di Bandara Soetta, Senin (4/5/2020). (Istimewa)

Liputan6.com, Medan - Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia akan masuk ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Terkait hal tersebut, kabupaten dan kota yang berada di pantai timur seperti Batubara, Asahan, dan Tanjungbalai, diminta persiapkan penanganan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, R Sabrina mengatakan, diperkirakan ada sekitar 2.200 TKI, baik itu yang resmi maupun ilegal, yang kembali masuk Sumut. Setiap TKI yang masuk harus melalui prosedur protokol kesehatan penanganan COVID-19.

"Termasuk pemeriksaan dengan menggunakan rapid test. Bila ada yang positif akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan, dan yang negatif dibawa ke rumah karantina," katanya dalam rapat jarak jauh menggunakan video conference bersama para Sekda Kabupaten/Kota se-Sumut, Selasa, 5 Mei 2020.

Sabrina menegaskan, seluruh kabupaten dan kota di Sumut yang memiliki pelabuhan agar melakukan persiapan, mulai dari protokol kesehatan hingga persiapan tempat karantina sementara.

Kemudian untuk alat transportasi dari pelabuhan menuju rumah karantina, bus harus sudah dilakukan sterilisasi dengan disinfektan.

Selain itu, perlu dilakukan pendataan ulang terhadap para TKI tersebut sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing.

Karena para TKI yang datang, tidak semua berasal dari Sumut. Banyak berasal dari luar Sumut seperti dari Pulau Jawa dan Bali hingga Kalimantan.

"Lakukan pendataan ulang, agar kita komunikasikan ke daerah asal mereka," tegasnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Sudah 3.100 TKI Masuk Sumut

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina
Perbesar
Rapat jarak jauh menggunakan video conference dengan para Sekda Kabupaten/Kota se-Sumut, di Ruang Sumut Smart Province Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (5/5).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Sumut, Harianto Butarbutar menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 3.100 orang TKI yang masuk ke Sumut, 800 orang diantaranya berasal dari luar Sumut. Kemudian akan ada masuk lagi 2.200 orang TKI.

"Karena tidak bisa menggunakan fasilitas pesawat terbang lagi, TKI masuk melalui jalur laut, mendarat di Serdang Bedagai, Langkat, Batubara, Asahan, Deli Serdang, dan Tanjungbalai," sebutnya.

Diterangkan Harianto, TKI yang masuk nantinya akan diperlakukan sesuai standar protokol kesehatan penanganan COVID-19. Setiap kabupaten dan kota harus meningkatan pengawasan terhadap TKI yang akan masuk. Jalur tikus mereka masuk nantinya tetap akan dilakukan penanganan dan isolasi sesuai dengan protokol kesehatan.

"Karantina dilakukan selama 14 hari dan diberikan makan selama isolasi," ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah menjelaskan, ada beberapa SOP yang harus dilakukan saat para TKI datang. Sesuai dengan protokol kesehatan, begitu masuk para TKI dipisah menjadi dua kelompok.

"Kelompok pertama mereka yang tidak memiliki gejala dan kelompok kedua yang memiliki gejala," terangnya.

Para TKI bisa langsung dipulangkan ke daerah masing-masing dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan juga dilakukan rapid test. Bagi TKI yang memiliki gejala harus langsung dibawa ke rumah sakit rujukan terdekat.

"Jika tidak memiliki rumah sakit rujukan, silahkan berkoordinasi dengan kami," tandas Aris, yang juga Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓