Jika Terjadi Transmisi Lokal, Samarinda Bakal Buka Data Pasien

Oleh Abdul Jalil pada 05 Mei 2020, 04:15 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 04:15 WIB
Dinas Kesehatan Kota Samarinda
Perbesar
Kepala Bidang pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Osa Rashfodia.

Liputan6.com, Samarinda - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Samarinda memprediksi Samarinda akan segera memasuki fase puncak epidemiologi. Ada kemungkinan akan terjadi penularan secara cepat dan pasien bertambah banyak.

Selain itu, potensi terjadi penularan lokal akan semakin tinggi. Untuk saat ini, Pemerintah Kota Samarinda sedang berjuang memperlambat transmisi lokal itu dengan sejumlah langkah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Osa Rashfodia menjelaskan, kabupaten dan kota yang ada di sekeliling Samarinda telah terjadi penularan lokal. Sehingga pontensi kejadian yang sama kemungkinan besar bakal terjadi.

Salah satu upaya pencegahan itu, kata Osa, dengan membuka data pasien ODP, PDP, mapun yang terkonfirmasi positif. Hal ini dimungkin dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tentang peraturan pemerintah dalam hal penanggulangan Covid-19, membolehkan membuka data-data pasien untuk kepentingan pencegahan,” kata Osa dalam koferensi pers daring, Senin (4/5/2020).

Bahkan, sambungnya, bila terjadi transmisi lokal di Kota Samarinda, tim gugus tugas akan mengumumkannya nama-nama ODP dan PDP.

“Seperti kita ketahui bahwa ada beberapa kabupaten kota di sekitar Samarinda yang sudah duluan melakukan itu, bahkan ada yang rumahnya di tempel dengan stiker bahwa ini di awasi, ini dalam pemantauan,” sebutnya.

Hingga saat ini, Samarinda belum membuka data ODP dan PDP mengingat banyak hal yang menurut pertimbangan dari sisi surveilans, terutama di buffer populasi, masih belum diperlukan. Namun jika nanti timbul transmisi lokal, maka Dinas Kesehatan bersama Diskominfo akan merilisnya.

“Sehingga masyarakat tahu siapa yang menjadi PDP, siapa yang menjadi konfirmasi positif, sehingga bisa mengurangi risiko dan surveilans berbasis masyarakat bisa jalan,” tambah Osa.

Dengan dibukanya data pasien, masyarakat bisa segera mengetahui jika terjadi kontak dengan seseorang yang ditetapkan sebagai pasien Covid-19. Setelah mengetahui adanya kontak tersebut, kata Osa, semua akan diarahkan ke fasilitas kesehatan untuk pemerisakaan

“Jadi hal ini merupakan salah satu strategi dari Dinas Kesehatan kota Samarinda,” katanya.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut

Lanjutkan Membaca ↓