Pemkot Manado Buka Lahan Makam Khusus Covid-19 untuk Warga Luar Daerah

Oleh Yoseph Ikanubun pada 04 Mei 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2020, 17:00 WIB
Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut menunjukan lokasi lahan pekuburan khusus jenasah pasien Covid-19 di Kaiwatu, Kecamatan Mapanget, Manado.
Perbesar
Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut menunjukan lokasi lahan pekuburan khusus jenasah pasien Covid-19 di Kaiwatu, Kecamatan Mapanget, Manado.

Liputan6.com, Manado - Jika di daerah lain marak terjadi warga, bahkan pemerintah daerah menolak lahan pekuburan untuk jenazah pasien Covid-19, tidak demikian halnya di Manado.

Wali Kota Manado GS Vivky Lumentut mengizinkan lahan pekuburan milik Pemkot Manado digunakan oleh warga luar jika memang ditolak di daerah asalnya.

"Ini karena alasan kemanusiaan," ujar Lumentut, Minggu (03/05/2020).

Dia menegaskan, kalau ada pasien Covid -19 yang meninggal di Manado, meskipun bukan warga Manado, tempat tinggalnya jauh ataupun mendapat penolakan ketika akan dimakamkan di kampungnya, pihaknya mengizinkan dimakamkan di lahan pekuburan Kaiwatu, Kecamatan Mapanget.

"Demi misi kemanusiaan, dan supaya jenazah tidak tertahan lama di rumah sakit, maka kami bersedia membantu korban pasien Covid-19 yang mendapat masalah penolakan," tegasnya.

Penolakan warga terkait pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Sulut masih terjadi di beberapa kabupaten seperti Minahasa, Bolmong, dan Minahasa Utara. Di daerah yang disebutkan terakhir ini, warga bahkan menolak lahan khusus untuk pemakaman yang disiapkan oleh Pemprov Sulut.

"Kami menolak rencana penyediaan lahan pekuburan jenazah Covid-19 di desa kami," teriak warga Desa Ilo-Ilo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (28/4/2020). 

Ratusan warga juga mengadang kehadiran Gugus Tugas Covid-19 dan Pemprov Sulut yang rencananya akan menggelar sosialisasi rencana penyediaan lahan pekuburan tersebut.

"Pemerintah Provinsi Sulut harus mengkaji ulang rencana ini, kami tidak sepakat dan akan terus menolak lokasi pekuburan khusus Covid-19," ujar mereka.

Akibat penolakan ini, sosialisasi yang rencananya akan digelar Pemprov Sulut di Balai Desa Wori terpaksa batal. Ratusan warga yang memadati Balai Desa Wori bersikukuh menolak pertemuan itu.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓