Banjir di Pulau Siberut Mentawai, 2 Rumah Hanyut

Oleh Novia Harlina pada 03 Mei 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 03 Mei 2020, 20:00 WIB
Banjir melanda Pulau Siberut Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.
Perbesar
Banjir melanda Pulau Siberut Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.

Liputan6.com, Kepulauan Mentawai - Hujan deras yang mengguyur sejak 30 April 2020 menyebabkan banjir di 5 Kecamatan di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.

Akibatnya, 2 rumah hanyut terbawa arus dan 1.796 rumah terendam banjir hingga 2,5 meter. Air masih menggenangi rumah warga hingga Sabtu 2 April 2020 malam.

"Ada 12 desa di 5 kecamatan itu yang terdampak, pagi ini air mulai surut namun masih ada rumah yang terendam hingga 1 meter," kata Kalaksa BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi kepada Liputan6.com, Minggu (3/5/2020).

Ke-5 kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Siberut Barat, Siberut Utara, Siberut Tengah, Siberut Selatan, dan Siberut Barat Daya.

Jauhnya akses dan terhalang oleh cuaca buruk di lautan, membuat bantuan dari Kabupaten Mentawai belum bisa didistribusikan.

Meski demikian, dikatakan Novriadi saat ini kebutuhan logistik masyarakat terdampak sudah dipenuhi oleh masing-masing kecamatan.

"Warga sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman, dan dapur umum sudah didirikan," jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya menetapkan status tanggap darurat selama 10 hari sejak 1 Mei 2020. Ketika gelombang dan cuaca mulai membaik maka bantuan segera disalurkan.

"Kami sudah siapkan logistik yang akan diangkut dengan 2 kapal ke Siberut," ujar Novriadi.

2 dari 3 halaman

Gelombang Tinggi dan Cuaca Buruk

Peta perkiraan gelombang tinggi di wilayah Indonesia.
Perbesar
Peta perkiraan gelombang tinggi di wilayah Indonesia. (Liputan6.com/ BMKG)

Gelombang tinggi dan cuaca buruk sedang melanda Sumatera Barat beberapa hari terakhir, tidak hanya Kabupaten Mentawai, namun juga sejumlah daerah lainnya di Ranah Minang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur merilis tinggi gelombang laut di Samudra Hindia Barat pada Minggu 3 April 2020 mencapai 3 hingga 4 meter.

"Arah angin secara umum bertiup dari barat ke timur laut dengan kecepatan 1 hingga 20 knots," kata Prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur, Ferdi Gustian Utama.

Sementara untuk cuaca, BMKG Minangkabau merilis hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah hingga tiga hari ke depan.

Dari data yang di keluarkan, hujan berpotensi terjadi di Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Kota Padang,Kabupaten Padang Pariaman, dan Kepulauan Mentawai.

Selanjutnya Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Kota Pariaman. BMKG memperkirakan hujan turun dengan intensitas sedang hingga deras.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓