Bangunkan Warga Sahur Puluhan Remaja Dibubarkan Polisi

Oleh Abdul Rajab Umar pada 02 Mei 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 02 Mei 2020, 20:00 WIB
Polresta Mamuju

Liputan6.com, Mamuju Tim Penegak Hukum Operasi Aman Nusa 2 Cegah Covid-19 Polresta Mamuju mengamankan puluhan remaja yang berpawai membangunkan warga sahur di masa pandemi Covid-19.

Aksi mereka sebelumnya sudah menuai kritik dari sejumlah warga, dinilai melanggar physical distancing. Selain itu, mereka menggunakan kendaraan yang berknalpot bogar dan digeber sangat kencang, sehingga menghasilkan suara bising yang sangat mengganggu pendengaran warga.

"Kami tadi bawa mereka sekitar pukul 03.00 Wita ke kantor untuk didata,"kata Kasatreskrim Polresta Mamuju AKP Syamsuriansyah kepada Liputan6.com, Sabtu (02/05/2020).

Syamsuriansyah menambahkan mereka melanggar maklumat yang dikeluarkan oleh Kapolri serta imbauan pemerintah terkait physical distancing.

"Kapolri telah mengeluarkan maklumat yang intinya adalah mengajak kita semua untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, baik itu kegiatan sosial dan sebagainya," ujar Syamsuriansyah.

Menurut Syamsuriansyah, meskipun niat para remaja itu baik untuk membangunkan warga sahur, namun, denahn kondisi saat ini tidak tepat. Setelah mendapatkan pembinaan mereka pun di pulangkan ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Immang salah seorang warga menyambut baik langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para remaja bisa menimbulkan kegaduhan di tengah pendemi, apa lagi menggeber kenderaan dengan keras, itu sangat mengganggu warga.

"Sudah dua kali saya dikasih kaget pas sahur, waktu pertama parah, itu anakku kasian bangun, merah matanya, sampai kaget mendengar suara bising dan tidak bisa tidur," tutur Immang.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓