Gagal Ginjal, Pasien PDP di Kota Samarinda Meninggal Dunia

Oleh Abdul Jalil pada 28 Apr 2020, 12:01 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 12:49 WIB
Kesunyian Pemakaman Pasien Covid-19
Perbesar
Petugas menggotong peti jenazah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyampaikan per Rabu (15/4) jumlah pasien terkonfirmasi 5.136 dan meninggal 469 orang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Samarinda - Seorang pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal dunia pada Selasa (28/4/2020). Pasien tersebut meninggal saat sedang menjalani isolasi di RSUD AW Syahranie Samarinda.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kosasih membenarkan salah satu PDP meninggal dunia. Soal kondisi pasien, Ismed menolak menjabarkan.

"Ya (ada pasien meninggal terkait Covid-19)," kata Ismed singkat melalui aplikasi pesan instan.

Tidak ada info tambahan dari Ismed selain mengupayakan akan menggelar konferensi pers. Rencana konferensi pers akan digelar setelah Musrenbang tingkat Provinsi Kaltim.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD AW Syahranie dr David Masjhoer dikonfirmasi terpisah menjelaskan, pasien alami gagal ginjal. Saat ditetapkan sebagai PDP, pasien ini sudah memiliki penyakit bawaan.

"Pasien dirawat dengan kelainan bawaan, diantaranya gagal ginjal," kata David yang mengaku sedang mengikuti Musrenbang Provinsi Kaltim.

Sebelum ditetapkan sebagai PDP, pasien ini ikuti uji rapid test dan hasilnya positif. Untuk uji swab, David menyebut specimen sudah dikirim ke laboratorium Kemenkes dan masih menunggu hasilnya.

"Jadi pasien termasuk PDP, meninggal karena gagal ginjal," kata David.

Pasien lalu dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Pemakaman dilakukan jelang pagi hari tadi di pemakaman khusus Covid-19.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut

Lanjutkan Membaca ↓