30 Tenaga Kesehatan di Bontang Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

Oleh Abdul Jalil pada 25 Apr 2020, 18:51 WIB
Diperbarui 25 Apr 2020, 19:06 WIB
Tenaga Kesehatan
Perbesar
Ilustrasi Tenaga Kesehatan (Photo by H Shaw on Unsplash)

Liputan6.com, Bontang - Sebanyak 30 tenaga kesehatan di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) positif Covid-19 dari hasil rapid test. Sedangkan sebanyak 24 pegawai Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) menjalani isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Bahauddin menjelaskan, 30 tenaga medis tersebut kini sudah menjalani isolasi. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi dini kemungkinan tertularnya Covid-19.

"Dari 112 tenaga kesehatan di Kota Bontang yang ikut rapid test, 30 dinyatakan positif. Semuanya menjalani isolasi, baik secara mandiri maupun yang diorganisir oleh kami," kata Bahauddin, Sabtu (25/4/2020).

Sebagian besar tenaga kesehatan, kata Bahuddin, menjalani karantina di Hotel Grand Mustika. Sisanya isolasi mandiri di rumah.

"Keluarga petugas kesehatan itu juga menjalani isolasi mandiri di rumah," tambahnya.

Dia menekankan, rapid test tersebut tidak ada hubungannya dengan pasien berstatus PDP yang berusia delapan tahun. Pasien ini positif Covid-19 dari hasil rapid test namun kemudian meninggal dunia.

"Kebetulan saja, pas pasien itu dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang, pesanan alat rapid test kami datang, jadi langsung kita lakukan tes ke seluruh tenaga kesehatan yang punya kontak dengan pasien positif," paparnya.

<p><strong>**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan <a href="https://www.liputan6.com/donasi/177995/sembuhdaricorona" target="_blank" rel="nofollow">klik tautan ini</a>.</strong></p>

 
2 dari 3 halaman

RSIB Tutup Layanan Kesehatan

Ilustrasi lorong rumah sakit
Perbesar
Ilustrasi lorong rumah sakit (iStock)

Sementara itu, terkait PDP berusia delapan tahun yang positif hasil rapid test, manajemen RSIB langsung memerintahkan 24 pegawainya mengisolasi diri secara mandiri di rumah. Pasien tersebut sempat dirawat sejak 6 April 2020 hingga 23 April 2020 di rumah sakit tersebut.

"Pegawai yang menjalani isolasi mandiri diduga punya kontak dengan pasien tersebut," kata Bahauddin.

Sejumlah layanan kesehatan di RSIB untuk sementara ditutup hingga 7 Mei 2020. Namun fasilitas rumah sakit lainnya tetap berhalan.

"RSIB Yabis sebagai tempat perawatan pasien melakukan tindakan antisipasi dengan membuat kebijakan penutupan IGD, rawat inap, poli spesialis anak, poli spesialis radiologi, IGD Kebidanan, dan poli kandungan," ujar Bahauddin.

Dia menambahkan, RSIB juga langsung melakukan desinfeksi ke seluruh wilayah sarana dan prasarana rumah sakit sesua dengan pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi.

"Sedangkan RSUD Taman Husada Bontang sebagai pusat rujukan Covid-19 menerapkan pembatasan pelayanan poliklinik dan menutup rawat jalan sebagai upaya pencegahan penyabaran," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pasien berusia delapan tahun yang alami perburukan dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang. Dari hasil rapid test, pasien dinyatakan positif Covid-19.

Sehari berselang pasien meninggal dunia setelah ditetapkan sebagai PDP. Namun saat dirawat di RSIB, orang tua pasien tidak mengakui jika pernah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit.

Sebelum meninggal, uji swab sudah dilakukan. Kini hasilnya menunggu laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

"Masyarakat harus jujur menjawab pertanyaan dokter atau tim medis, jujur menceritakan riwayat perjalanan dan kontak, jujur menyampaikan kepada petugas montoring jika demam atau ada riwayat demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak napas," pesan Bahauddin.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut

Lanjutkan Membaca ↓