Viral Kakak Beradik Kelaparan di Muara Enim, Ini Faktanya

Oleh Ahmad Apriyono pada 22 Apr 2020, 16:07 WIB
Diperbarui 22 Apr 2020, 23:19 WIB
Kabar Kelaparan di Muara Enim
Perbesar
Daluna (23) dan Rohima (21) sudah dirawat di RS Gelumbang dan akan dirujuk ke rumah sakit Kabupaten Muara Enim. (Liputan6.com/ Ist)

Liputan6.com, Muara Enim - Kisah miris dialami kakak adik di Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Keduanya bernama Daluna (23) dan Rohima (21). Kondisi mereka baru terungkap ketika anggota TNI dan polri memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19.

"Bawa nasi, Pak?" kata Daluna kepada petugas.

 

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syahputra mengungkapkan, dari keterangan Kepala Desan (Kades) dan warga setempat, Daluna dan Rohima tinggal bersama saudara laki-lakinya yang seorang pengangguran. Orangtua mereka sudah tidak ada, dan dua kakak beradik itu diketahui punya keterbelakangan mental.

"Sekarang sudah dirawat di RS Gelumbang dan akan dirujuk ke rumah sakit Kabupaten Muara Enim," kata Donni saat dihubungi Liputan6.com, rabu (22/4/2020).

Donni membantah kabar yang beredar di media sosial yang mengatakan keduanya kelaparan sejak lama. Menurut pengakuan warga sekitar, keduanya rutin mendapat bantuan dari tetangga, dan memang selalu bertanya nasi setiap ada orang berkunjung ke rumahnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Bantuan untuk Daluna dan Rohima

Berdasarkan informasi, Daluna dan Rohima merupakan warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan. Tercatat pada 2015, mendapat bantuan bedah Rumah dari Cipta Karya (PUPR Kabupaten Muara Enim) dan bantuan listrik gratis.

Pada 2017 mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinas Sosial Kabupaten Muara Enim. Pada 2019 mendapat bantuan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) berupa kartu sembako. Tahun 2019 mendapat bantuan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yatim piatu.

Kemudian pada 2020 telah terdaftar bantuan program perluasan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) berupa kartu sembako serta memegang JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Kartu Indonesia Sehat.

"Akan kami awasi seterusnya terhadap kedua orang tersebut. Plt bupati sudah menyanggupi untuk memberikan perhatian kepada dua orang ini," katanya. 

 

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓