Ahli Vulkanologi: Gunung Slamet Berpotensi Meletus Besar di Masa Mendatang

Oleh Liputan6.com pada 14 Apr 2020, 05:41 WIB
Diperbarui 14 Apr 2020, 05:41 WIB
Kebakaran lereng Gunung Slamet, Banyumas, berlangsung sembilan hari antara 19-27 September 2019.  (Foto: Liputan6.com/Perhutani/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Kebakaran lereng Gunung Slamet, Banyumas, berlangsung sembilan hari antara 19-27 September 2019. (Foto: Liputan6.com/Perhutani/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Slamet di Jawa Tengah punya potensi mengalami letusan besar di masa mendatang. Prediksi itu setidaknya diungkapkan ahli vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Agung Harijoko.

"Dari peta PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) itu ada sampai daerah KRB (Kawasan Rawan Bencana) 3, itu masuk ke arah Guci," kata Agung, Senin (13/4/2020).

Agung mengatakan, dilihat dari peta letusan yang mengarah ke Guci, ia menemukan ada endapan awan panas yang cukup tebal yang secara materi disebut scoria, atau dalam ilmu geologi disebut sebagai aliran scoria.

"Di Guci sendiri saya menemukan sampai tujuh lapisan awan panas, sehingga sebenarnya ada letusan yang menghasilkan awan panas yang alirannya mencapai Guci, dan itu tidak hanya sekali tetapi sampai tujuh kali," katanya.

Oleh karena itu, ia menduga adanya kemungkinan perulangan erupsi Gunung Slamet yang cukup besar di masa mendatang.

"Jadi dari letusan Gunung Slamet yang terekam di Lembah Guci itu ada letusan besar. Cuma kita tidak tahu perulangannya berapa lama lagi, berapa tahun lagi. Tapi potensi akan ada letusan besar di Slamet itu ada kalau melihat sejarah erupsi masa lalunya," katanya.

Untuk itu, upaya mitigasi berupa monitoring seperti yang dilakukan oleh PVMBG memang sangat penting untuk dilakukan untuk tanda-tanda dan tingkat kegempaan yang mengarah pada kemungkinan erupsi.

Namun, yang lebih penting lagi, menurut dia, adalah bagaimana kesiapsiagaan masyarakat di sekitar Gunung Slamet tersebut.

"Apakah masyarakat di sana cukup tahu tentang bahaya Gunung Slamet? Yang penting adalah kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat sekitar bahwa mereka tinggal di daerah rawan bencana," katanya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by