Perahu Dihantam Ombak, Sekda Sarmi Belum Ditemukan

Oleh Katharina Janur pada 12 Apr 2020, 21:17 WIB
Diperbarui 12 Apr 2020, 21:17 WIB
Perahu terbalik di Sarmi
Perbesar
Tim SAR pos Sarmi melakukan pencarian terhadap satu korban perahu terbalik di Perairan Liki, Sarmi. (Liputan6.com/SAR Jayapura/Katharina Janur)

Liputan6.com, Jayapura – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Flavius Yaas, Pejabat Pelaksana Harian Sekda Kabupaten Sarmi. Flavius masih hilang, usai kapal cepat yang ditumpangi bersama 4 orang lainnya  dihantam ombak di sekitar Pulau Liki, Kabupaten Sarmi pada Sabtu (12/4/2020).

Kepala Kantor Pencarian Pertolongan Jayapura, Zainul Thahar menyebutkan 3 orang penumpang dalam kapal cepat ini telah ditemukan selamat dan 1 orang masih dilakukan pencarian.

“Speedboat atau kapal cepat dilaporkan terbalik di Laut Utara Kabupaten Sarmi, sekitar pukul 17.00 WIT, Sabtu kemarin. Kejadian ini dilaporkan oleh Fandi Buhari, warga Sarmi,” jelasnya, Minggu (12/4/2020).

Ketiga korban diselamatkan oleh nelayan setempat dan dibantu oleh tim SAR. Ketiganya bernama Anthoni , Gery dan Alan. Saat ini, ketiga korban selamat dalam perawatan di Puskesmas Sarmi Timur.

“Kami terus melakukan pencarian hingga pukul 18.00 WIT hari ini dan pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan perbantuan dari masyarakat, Polairud Polres Sarmi, TNI AL, RAPI, BPBD dan keluarga korban,” katanya.

 

2 dari 2 halaman

Cuaca Tak Bersahabat

UK tsunami (1)
Perbesar
Ilustrasi ombak raksasa. (Sumber Thinkstock)

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah V Jayapura yang diterima Liputan6.com menyebutkan hingga tiga hari kedepan, tinggi gelombang di perairan Sarmi berkisar antara 0,50 - 1,25 meter. Kategori tinggi ombak masih terbilang rendah.

Namun arah angin hingga 3 hari kedepan tidak menentu, dengam kecepatan angin berkisar antara 03 - 15 Knot atau 06 - 30 Km/Jam.

Tinggi gelombang dapat bertambah apabila pada wilayah perairan terdapat awan cumulonimbus yang dapat menyebabkan angin kencang, hujan lebat dan badai guntur.

BMKG setempat juga meminta dalam pelayaran untuk memperhatikan resiko tinggi keselamatan pelayaran. Misalnya untuk perahu nelayan akan beresiko tinggi jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.

Lalu untuk kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter. Kemudian pelayaran pada kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓