Masyarakat Jangan Takut Donor Darah di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Oleh Reza Efendi pada 08 Apr 2020, 17:20 WIB
Diperbarui 08 Apr 2020, 17:20 WIB
Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Harry Butar-Butar
Perbesar
penurunan ketersediaan dariah mengkhawatirkan, karena banyak pasien dengan penyakit lain yang membutuhkan darah, seperti pasien penyakit kanker, anemia, dan lain sebagainya

Liputan6.com, Medan Partisipasi masyarakat donor darah di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) semakin berkurang di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Persediaan kantong darah pada situasi normal biasanya berjumlah 1.500 kantong, saat ini hanya tersedia 500 kantong.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Harry Butar-Butar mengatakan, penurunan ketersediaan dariah mengkhawatirkan, karena banyak pasien dengan penyakit lain yang membutuhkan darah, seperti pasien penyakit kanker, anemia, dan lain sebagainya.

"COVID-19 penyakit berbahaya, tetapi kita jangan lupa dan mengesampingkan penyakit berbahaya lain," kata Harry dalam konferensi pers live streaming melalui kanal YouTube, Rabu (8/4/2020).

Ditegaskannya, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut donor darah. Sebab mekanisme donor darah yang sesuai dengan protokol pencegahan virus Corona COVID-19 sudah dilakukan di UDD PMI Kota Medan.

Mengenai anggapan di tengah masyarakat bahwa mendonor dapat menurunkan imunitas tubuh. Harry memastikan hal tersebut tidak benar, karena donor darah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan mengurangi kemungkinan tubuh mengidap penyakit darah tinggi, diabetes dan penyakit lain.

"Intinya, tubuh yang sehat semakin meningkatkan imunitas," ujarnya.

Dijelaskan Harry, beberapa mekanisme donor darah yang diterapkan diantaranya pembatasan jumlah pendonor yang masuk ke ruangan dengan jarak masing-masing dua meter, serta mengatur arus masuk dan keluar supaya tidak saling bersinggungan.

"Khususnya para pendonor tetap. Jika masih ragu, kami menyediakan waktu untuk berdiskusi sebelum donor darah," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

Pendonor Adalah Pahlawan

[Fimela] donor darah
Perbesar
donor darah | pexels.com/@pranidchakan-boonrom-101111

Diungkapkan Harry, meskipun terjadi penurunan stok darah, tidak terjadi kenaikan harga darah, karena darah tidak untuk diperdagangkan. Harga yang ditetapkan PMI Pusat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) hanya diperuntukkan untuk biaya pengolahan darar.

"Seperti pemeliharaan mesin-mesin dengan standar internasional, penyediaan kantong, reagensia dan lain-lain," ungkapnya.

Menurut Harry, pendonor adalah pahlawan bagi penderita penyakit lainnya yang sangat membutuhkan darah, apalagi di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Pihaknya meminta kesediaan dan keikhlasan masyarakat untuk mendonorkan darah bagi yang membutuhkan.

"Sebagai informasi, masyarakat tidak perlu membeli di PMI, karena PMI menyalurkan ke Bank Darah di rumah sakit," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓