Cerita Dokter di Ruang Isolasi Pasien Corona Covid-19, Titip Rindu untuk Anak dan Istri

Oleh Novia Harlina pada 09 Apr 2020, 04:00 WIB
Diperbarui 09 Apr 2020, 04:00 WIB
Wakil Ketua Penangan virus corona Covid-19 di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi, dr Dedy Herman
Perbesar
Wakil Ketua Penangan virus corona Covid-19 di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi, dr Dedy Herman. (Lioputan6.com/ Novia Harlina)

Liputan6.com, Bukittinggi - Sudah lebih dari dua pekan dr Dedy Herman tidak pulang ke rumahnya. Rindu kepada anak dan istri harus dibendung hingga pandemi corona Covid-19 mereda.

Dr Dedy adalah Wakil Ketua Penangan virus corona Covid-19 di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi. Sejak dilanda pandemi, ia tak lagi pulang ke rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus yang bisa saja terbawa olehnya.

Berhadapan langsung dengan pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) membuatnya meningkatkan kewaspadaan. Ia tak mau anak dan istrinya juga tertular seandainya ia nekat tetap tinggal di rumah.

Kini, Dedy bersama tim masih berjibaku menangani pasien yang dirujuk ke RS Ahmad Muchtar. 

Beberapa waktu lalu, Liputan6.com berkesempatan berbincang dengannya secara online. Ia bercerita suka duka tenaga medis dalam menangani pasien dari pandemi corona ini.

Jangan tanya lagi kami takut tertular atau tidak, katanya apalagi saat ini sudah banyak tenaga medis yang terjangkit bahkan hingga meninggal dunia.

"Namun, ini tanggung jawab kami sebagai tenaga medis, jika pasien sudah sampai di rumah sakit, maka siap tidak siap harus siap," ujarnya.

Ia berprinsip, jika tenaga medis sudah berikhtiar dan melakukan tugasnya sesuai standar dan protokol, maka sisanya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Semoga Allah menjaga kami di tengah pandemi ini," sebutnya.

Kemudian dr Dedy menyampaikan bahwa tenaga medis adalah benteng terakhir dalam pandemi corona Covid-19 ini, garda terdepannya adalah diri sendiri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berangkat ke Jakarta

Dokter Dedy Herman bersama sejumlah dokter yang menangani virus corona saat diwawanca wartawan secara online
Perbesar
Dokter Dedy Herman bersama sejumlah dokter yang menangani virus corona saat diwawanca wartawan secara online. (Liputan6.com/ Novia Harlina)

Meningkatnya jumlah pasien di Jakarta dan sekitarnya, membuat dr Dedy dan seorang dokter lainnya di Ranah Minang ditarik membantu tenaga medis di ibu kota.

"Iya saya akan berangkat ke Jakarta, mungkin dalam minggu ini," sebutya.

Ia mengaku tak bisa menolak tugas tersebut karena ini merupakan risiko kerja yang harus dijalaninya dengan lapang dada. 

Di Jakarta nanti, ia kemungkinan akan bertugas di Wisma Atlet. Hanya satu harapan Dedy saat ini, yakni wabah corona segera berlalu dan pasien tidak terus melonjak.

"Perasaan campur aduk sering saya rasakan selama pandemi ini," jelasnya.

Ia mencontohkan dirinya sangat bingung ketika istri dan anak bungsunya demam di rumah, sementara ia tak bisa pulang.

"Itu rasanya sangat tidak karuan, namun saya menahan diri untuk tidak pulang," ucapnya.

Untuk itu, ia meminta dukungan kepada masyarakat agar ikut serta memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 ini. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti mengurangi aktivitas di luar rumah.

Kemudian sering mencuci tangan, memakai masker ketika ke luar rumah, dan menghindari keramaian. Ia optimis pandemi corona Covid-19 ini segera berlalu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓