Nasib 4 Muda-Mudi Bandel Berwisata di Pantai Selatan yang Sudah Ditutup

Oleh Muhamad Ridlo pada 06 Apr 2020, 01:30 WIB
Diperbarui 06 Apr 2020, 01:30 WIB
Pantai Widarapayung, Cilacap, di sore hari. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Pantai Widarapayung, Cilacap, di sore hari. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Kebumen - Jika tak terjadi pandemi virus Corona Covid-19, objek wisata Pantai Setrojenar, Kebumen adalah destinasi wisata yang sangat menarik dikunjungi. Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk melepas penat.

Pantainya yang indah hingga lokasinya yang mudah dijangkau memicu tingginya kunjungan wisatawan. Namun setelah merebaknya penyakit Covid-19, tempat wisata pantai ini menjadi salah satu tempat yang sepi.

Imbauan social distancing diikuti dengan penutupan objek wisata di berbagai daerah, termasuk di Kebumen. Hal itu dilakukan untuk mencegah berkumpulnya orang dalam jumlah besar di satu waktu untuk menekan penularan Covid-19.

Bahkan beberapa waktu lalu, Kapolri Jendral Polisi Idham Azis mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta untuk saling menjaga, menghindari kegiatan kumpul-kumpul.

Akan tetapi, penutupan objek wisata pantai Setrojenar itu itu ternyata tak berarti tidak ada orang yang berkunjung. Mereka tetap berwisata tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri.

Ini seperti yang dilakukan oleh empat pemuda di objek wisata Pantai Setrojenar. Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan keempat remaja lelaki dan perempuan itu kedapatan oleh patroli personel Polsek Buluspesantren.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tetap di Rumah untuk Putus Mata Rantai Penularan Covid-19

Empat muda mudi kedapatan berwisata di Pantai Setrojenar, Kebumen, meski pantai ini menutup kunjungan. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Empat muda mudi kedapatan berwisata di Pantai Setrojenar, Kebumen, meski pantai ini menutup kunjungan. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo)

Mereka tetap nekat berwisata, meski objek wisata pantai ini sudah ditutup sejak Maret lalu. Namun, lantaran tak melanggar hukum, keempat pemuda itu tak ditangkap.

Hanya saja mereka ‘dipaksa pulang’, dengan terlebih dahulu mencuci tangan dengan bersih, sebagai bagian dari edukasi pencegahan Covid-19.

"Saat Polsek Buluspesantren tiba di pantai, para pemuda itu kami imbau untuk segera pulang. Kami ingatkan juga untuk cuci tangan dan segera mandi, untuk memastikan bersih dari penyakit," kata kapolres, dalam keterangannya, dikutip Minggu malam, 5 April 2020.

Dia menjelaskan, selain membahayakan diri karena berwisata di pantai tanpa pengawasan, muda mudi asal Buluspesantren itu juga meningkatkan risiko penularan. Terlebih, jika banyak yang berlaku serupa, tidak disiplin menerapkan stay at home atau tetap tinggal di rumah.

Rudy meminta dalam situasi pandemi Covid-19 ini warga lebih dewasa dalam bersikap. Memutus penyebaran Corona paling efektif adalah membatasi pergaulan sementara waktu atau social distancing.

"Jika tidak perlu banget, mending di rumah saja. Jika sudah dinyatakan aman, silakan kumpul-kumpul," dia menegaskan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓