Jejak Perjalanan Guru SD Batam Sebelum Meninggal karena Corona Covid-19

Oleh Ajang Nurdin pada 05 Apr 2020, 02:00 WIB
Diperbarui 05 Apr 2020, 02:00 WIB
virus corona covid-19

Liputan6.com, Batam - Guru sekolah dasar swasta di Batam, Kepulauan Riau, yang meninggal karena positif terjangkit Virus Corona Covid-19 ternyata sempat melakukan perjalanan ke Malaysia. Wanita berusia 33 tahun itu sebelumnya meninggal di RSUD Embung Fatimah saat menjalani isolasi sebagai PDP pada Senin, 30 Maret 2020 lalu.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa hasil uji Swab guru sekolah dasar tersebut baru ia terima pada Jumat, 3 April 2020, dari Kementerian Kesehatan RI. 

"Baru diterima hari ini, hasilnya dia positif," kata Rudi, Jumat (3/4/2020).

Rudi menjelaskan bahwa guru sekolah dasar tersebut baru pulang dari Negeri Jiran pada Sabtu, 29 Februari 2020. "Dia langsung pulang ke Batam hari itu juga," imbuhnya.

Pada Senin, 23 Maret 2020, guru sekolah dasar tersebut kemudian merasa demam, keringat dingin hingga batuk darah. Ia pun langsung dilarikan ke IGD Rumah Sakit Swasta yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter serta hasil pemeriksan penunjang diagnostik lainnya pada foto rontgen disimpulkan ada kesan infiltrat di kedua lapang paru," jelas Rudi.

Setelah mendapat perawatan intensif, kondisi kesehatan guru sekolah dasar itu berangsur membaik. Ia pun diperbolehkan pulang pada Rabu, 25 Maret 2020.

 

2 dari 3 halaman

Drop 2 Hari Berturut-turut

Namun dua hari berturut-turut, kondisi kesehatan guru tersebut tidak stabil. Tercatat pada tanggal 26 dan 27 Maret 2020, ia sempat keluar masuk IGD Rumah Sakit yang sama.

"Tanggal 26 dan 27 dia keluhkan sakit yang sama, makanya sempat masuk tapi diperbolehkan pulang," Rudi menjelaskan.

Belakangan, setelah mengecek riwayat perjalanannya pihak Tim Analis Kesehatan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam lalu mengambil sampel Swab guru sekolah dasar tersebut. Ia juga langsung di rujuk RSUD Embung Fatimah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Saat itu dia ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan," ucap Rudi.

Setelah menjalani isolasi di Gedung Kirana RSUD Embung Fatimah, guru sekolah dasar tersebut lalu meninggal dunia pada 30 Maret 2020, sekitar pukul 16.30 WIB.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓