Corona COVID-19, Ribuan Pekerja Migran Bali Kehilangan Pekerjaan

Oleh Dewi Divianta pada 04 Apr 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 04 Apr 2020, 16:00 WIB
pekerja migran asal Bali dikarantina
Perbesar
pekerja migran asal Bali dikarantina usai pulang dari negara pandemi Corona COVID-19 (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Liputan6.com, Denpasar Virus Corona COVID-19 yang melanda dunia tak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga masa depan manusia, termasuk anak-anak Indonesia.

Seperti yang dialami oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang harus kembali ke tanah kelahirannya lantaran tak ada lagi pekerjaan di kapal pesiar. Hingga kini, sudah tiga ribu lebih orang pekerja migran asal Bali yang sudah kembali pulang ke kampung halamannya.

“Mulai tanggal 22 Maret 2020 sampai tanggal 2 April 2020 jumlah pekerja migran kita yang kembali pulang sebanyak 3.481 orang. Semuanya ini telah kita periksa kesehatannya, telah kita berikan surat keterangan sehat dan imbauan untuk karantina mandiri di rumah,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Dewa Made Indra, mereka pulang karena situasi yang tidak memungkinkan untuk tetap bekerja. Katanya, ribuan tenaga kerja migran yang rata-rata bekerja di kapal pesiar itu pulang ke Bali lantaran kehilangan pekerjaannya imbas pandemi Corona COVID-19.

“Kalau mereka kehilangan pekerjaannya, maka bisa dipastikan daya topang mereka kepada keluarga juga hilang,” tuturnya.

Di sisi lain, Dewa Made Indra menegaskan jika pintu-pintu masuk Bali semakin diperketat sedemikian rupa. Di Bandara Ngurah Rai, kata dia, satgas telah melakukan tindakan rapid test kepada para pekerja migran yang pulang dari luar negeri dari negara mana pun berasal.

“Sudah membawa sertifikat sehat atau belum, semuanya kita lakukan tindakan pemeriksaan menggunakan rapid test untuk memastikan yang masuk melalui pintu Bandara Ngurah Rai, kawan-kawan kita, adik-adik kita, saudara kita, semuanya dalam keadaan sehat,” papar dia.

Pada saat yang sama, Dewa Made Indra menjelakan jika Provinsi Bali kembali mendapat penambahan logistik dalam upaya penguatan penanganan Corona COVID-19.

“Kita mendapatkan tambahan suplai logistik yakni 7.500 APD dan 35.000 masker. Ditambah juga dengan rapid test yang kita terima, terus kita pergunakan. Dengan demikian, maka upaya-upaya pencegahan dan juga upaya upaya penanganan yang kita lakukan akan semakin kuat,” tuturnya.