Okupansi Turun, 7 Hotel Mewah di Cirebon Tutup Sementara Imbas Covid-19

Oleh Panji Prayitno pada 04 Apr 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 04 Apr 2020, 07:00 WIB
Okupansi Turun, Tujuh Hotel di Cirebon Tutup Sementara Imbas Covid-19

Liputan6.com, Cirebon - Imbas Pandemi Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia berdampak kepada sektor ekonomi. Sejumlah hotel di Kota Cirebon kelimpungan menghadapi sepinya pengunjung.

Bahkan, data PHRI Kota Cirebon menyebutkan ada tujuh hotel yang memutuskan untuk tutup sementara imbas covid-19.

"Yang kami dapat laporan dari anggota PHRI Kota Cirebon mereka memutuskan closing temporary sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki, Jumat (3/4/2020).

Kiki menyebutkan, penurunan okupansi hotel sudah terasa sejak bulan Februari 2020. Saat itu penurunan okupansi mencapai 50 persen. Masuk ke minggu pertama bulan Maret, okupansi turun menjadi 40 persen. Pada minggu kedua bulan Maret turun menjadi 30 persen.

"Yang paling terasa di minggu terakhir bulan Maret itu hanya 5-7 persen. Terlihat sekali anjlok dan bulan April sama," ujar dia.

Kiki menyebutkan, jika okupansi di bawah 50 persen, tidak akan menutup biaya operasional hotel. Oleh karena itu, tujuh hotel di Cirebon yang tutup sementara yakni Hotel Grage, Swiss Bell, Citra Dream, Umma, Asri, Triyas dan Amaris.

Dampak dari penutupan sementara operasional hotel di Kota Cirebon cukup signifikan. Manajemen hotel dengan sangat hati-hati menyampaikan permohonan maaf kepada para tamu.

"Kebijakan masing-masing hotel ya ada yang reschedule, ada yang dikembalikan uangnya. Bahkan, ada yang dialihkan ke hotel lain yang masih buka," kata Kiki.

PHRI Kota Cirebon berharap ada kebijakan pemerintah terhadap pengusaha jasa hotel. Dia mengaku sudah mengirim surat ke Pemkot Cirebon agar diberi keringanan.

Seperti membayar pajak, PLN, PDAM hingga gas alam. Kiki meminta pemerintah beri keringanan untuk membayar sesuai pemakaian.

"Beban itu kalau bisa ya bayar yang dipakai saja misal hanya dua kamar ya bayar dua kamar. Sementara abodemennya dihilangkan," pinta Kiki.

2 dari 3 halaman

Gaji Karyawan

Okupansi Turun, Tujuh Hotel di Cirebon Tutup Sementara Imbas Covid-19
Imbas covid-19 Hotel Aston Cirebon mengaku terjadi penurunan okupansi yang signifikan. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Kiki memastikan selama masa Physical Distancing karyawan hotel yang dirumahkan tetap diberi gaji. Namun, besaran gaji karyawan tergantung kebijakan manajemen hotel masing-masing.

"Meski tutup tetap ada yang bekerja selain satpam karena kan aset harus terus dijaga dan dikelola baik. Jadi saya pastikan karyawan digaji sesuai apa yang sudah saya sampaikan dalam pertemuan dengan anggota," ujar dia.

GM Aston Hotel Cirebom Niken Damayanti GM Aston Cirebon mengaku, saat ini hotel yang dipimpinnya masih tetap beroperasi di tengah menurunnya okupaansi. Aston Cirebon Hotel menyediakan promo menjelang ulang tahun ke-7.

Harga yang ditawarkan spesial Rp 677 ribi dari harga normal Rp 768 ribu. Niken menyebutkan, sejak bulan Maret penurunan mulai terasa.

"Bertahap sih ya tapi sekarang tingkat huni dibawah 10 persen. Orang-orang sudah tidak banyak melakukan perjalanan kecuali memang tidak bisa dihindari lagi ya. Maret kemarin ini kita cuma nutup di 30 persen, namun kalau dihitung di minggu terakhir Maret rata-rata di 5 persen. Jadi Kalau kamar di kami ada 200 yang terisi 5 persen kan cuma sekitar 10 kamar," jelas Niken.

Selain memanfaatkan promo harga kamar, Aston Cirebon Hotel memanfaatkan waktu kerja tersebut dengan melakukan berbagai pembenahan.

PR Hotel Aston Cirebon Litania Utami mengatakan, selama masa Work From Home (WFH) karyawan mendapat giliran jam kerja. Karyawan yang bekerja memantaatkan waktu untuk bersih-bersih hotel dan fasilitasnya.

"Tingkatkan pembersihan total mas karena kan kamar tidak banyak dihuni jadi kami bisa lebih detail membersihkan kamar," ujar Lita.

Dia mengatakan, selama beroperasi tamu hotel ditempatkan di satu lantai yang sama. Untuk tetap menjaga kesehatan tamu, Hotel Aston Cirebon menambahkan nuansa herbal dalam menu breakfast.

"Ditambahkan air jahe dsn empon-empon di menu breakfast agar tamu tetap sehat dan daya tahab tubuh naik. Untuk karyawan yang dapat giliran dirumah tetap kerja dari rumah termasuk hadir dalam online meeting," ujar Lita.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓