Di Tengah Badai Corona, 4 Meninggal Disambar Petir

Oleh Kusfitria Marstyasih pada 30 Mar 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 30 Mar 2020, 20:00 WIB
petir

Liputan6.com, Demak - Di tengah serbuan badai corona, 4 warga Desa Ngaluran Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak tewas disambar petir. Selain itu 5 lainnya terluka.

Peristiwa ini terjadi ketika para buruh tani sedang membantu memanen padi di sawah milik Habib pada Minggu (29/3/2020). 

Data yang dihimpun Pemerintah Desa Ngaluran Kecamatan Karanganyar Demak, peristiwa diawali ketika puluhan orang memanen padi di sawah Habib. Panen mulai sejak pagi, memasuki tengah hari mereka yang sedang mengoperasikan mesin perontok padi bermaksud istirahat.

Tiba-tiba hujan deras disertai petir. Puluhan warga yang sedang bekerja tersebut langsung berjatuhan. 4 diketahui meninggal dunia, 2 orang luka berat dan 3 lainnya luka ringan. Korban meninggal atas nama Sunirah (55), Sunikah (40), Supriyadi (35), Suyanto (45) semuanya warga Desa Ngaluran.

Korban luka berat bernama Sunoto (50) dan Sulastri (40). Mereka sudah dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus. Korban luka ringan sudah di rumah setelah diperiksa di Puskesmas Gajah. Korban luka ringan atas nama Sulaedah (45), Sulasmi (57), Kartini (40).

Menurut Sri Susilowati, Perangkat Desa Ngaluran Demak, ia  kaget mendengar kabar tersebut.

"Musibah datang tak terduga. Pihak keluarga ya histeris, apalagi ada yang masih punya anak balita," katanya.

Sementara itu menurut Agus Nugroho, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), fenomena bencana petir biasanya terjadi menjelang berakhirnya musim penghujan dan awal kemarau.

Guna mengurangi jumlah korban bencana petir, maka masyarakat harus mengenali ancaman bencana petir antara lain; ketika hujan turun dan berada di lapangan terbuka, maka segera menghentikan aktivitas dan segera mencari perlindungan.

"Jangan malah berada dibawah pohon atau benda-benda yang dapat menghantarkan listrik dari petir itu," katanya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓