Warga Patuhi Imbauan 'Di Rumah Aja' Sejak Pandemi Covid-19, Kota Bandung Lengang

Oleh Huyogo Simbolon pada 27 Mar 2020, 05:30 WIB
Diperbarui 27 Mar 2020, 05:30 WIB
Penyemprotan Disinfektan

Liputan6.com, Bandung - Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor 443/SE.30–Dinkes terkait dengan pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19, situasi Kota Bandung sangat kondusif. Hal itu ditandai dengan semakin sedikit sedikitnya warga yang berkumpul di area publik.

Tak hanya itu, sebagian besar arus lalu-lintas di Kota Bandung lengang. Hal itu sangat berbeda dengan beberapa hari sebelumnya.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Sony Teguh Prasatya mengatakan, situasi kondusif tersebut disebabkan sosialisasi yang dilakukan oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

"Baik di tingkat kewilayahan, kelurahan dan kecamatan bersama Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkantibmas berpatroli dan meminta warga tetap berada di rumah," kata Sony dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Sony juga menyebutkan sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung telah menyatakan tutup sementara dampak dari pandemik Covid-19

Pusat perbelanjaan tersebut di antaranya, Miko Mall tutup mulai (24 Maret-10 April), Ciwalk 27 (Maret-9 April), Carrefour (25 Maret-8 April), King (27 Maret- 2 April), PVJ (25 Maret-8 April), Paskal (28 Maret-10 April), dan BEC (27 Maret-9 April).

Meski demikian, Sony mengatakan, pasar tradisional masih berjalan normal. Untuk itu, PD Pasar telah menyemprotkan disinfektan di 37 pasar tradisional. Tak hanya itu, PD Pasar juga menyiapkan tempat cuci tangan dan bilik disinfektan di beberapa pasar.

Sementara itu, PDAM Tirtawening bakal terus menyemprotkan disinfektan hingga 31 Maret mendatang di sejumlah titik. Setiap harinya, PDAM Tirtawening menyemprotkan 30.000 liter disinfektan

Sedangkan, beberapa taman di Kota Bandung telah dipasang tempat cuci tangan antara lain di Taman Lansia, Pet Park, Cibeunying Park, Taman super Hero, Taman Maluku, Taman Alun-Alun Bandung, Taman Jomblo, Taman Skate, Taman Cikapayang Dago, Lapangan Supratman, Taman Babakan Siliwangi, Taman Sukajadi, Taman Pers Malabar, Alun alun Ujung Berung, dan Taman Panatayuda.

 

 

2 dari 3 halaman

Rutin Penyemprotan Disinfektan

Srikandi Damkar
Petugas Srikandi Damkar Bandung sedang menyemprotkan cairan disinfektan kepada para pengendara kendaraan bermotor di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (26/3/2020). (Humas Pemkot Bandung)

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, Pemkot Bandung juga terus melakukan sejumlah upaya.

"Selain telah mengimbau warga melakukan physical distancing dan social distancing, Pemkot Bandung juga melakukan sejumlah upaya lainnya.

Salah satunya melakukan penyemprotan disinfektan oleh Dinas Pemadam kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB), Dinas Kesehatan, Palang Merah Kota Bandung, dan PDAM Tirtawening. Diskar PB sendiri telah meyemprotkan disinfektan di hampir seluruh kawasan jalan kota. 

Saat ini, Pemkot Bandung juga tengah mengkaji penyediaan bilik disisnfektan. PT Pindad juga telah menyiapkan bilik tersebut. Nantinya bilik-bilik itu akan dipasang di perkantoran dan area-area lainnya.

"Tinggal dipikirkan bagaimana proses pengadaannya. CSR atau lainnya, masih dibahas," kata Ema.

Ema juga mengakui dampak mewabahnya Covid-19 telah memengaruhi perekonomian sejumlah warga. Khususnya warga yang berpenghasilan harian.

Oleh karenanya, dia mengatakan, Pemkot Bandung juga telah merancang program bantuan bagi warga kurang mampu. Saat ini aparat kelurahan dan kecamatan diminta untuk menyiapkan data warganya yang mungkin akan memperoleh bantuan tersebut.

"Ini juga tengah kita rancang. Termasuk bentuk bantuan yang akan diberikan nanti," tutur Ema.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓