Jumlah Pasien Positif Corona COVID-19 di Sumut Bertambah

Oleh Reza Efendi pada 25 Mar 2020, 19:16 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 19:42 WIB
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Liputan6.com, Medan Kasus pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19 di Sumatera Utara (Sumut) bertambah. Jika sebelumnya berjumlah 8 orang, kali ini bertambah satu menjadi 9 orang. Seluruhnya dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Dari jumlah tersebut, 8 orang menjalani proses isolasi dan satu orang meninggal dunia pada Selasa, 17 Maret 2020. Penambahan jumlah pasien positif virus corona COVID-19 dibenarkan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak.

"Iya, yang positif saat ini 9 orang," kata Rosario, Rabu (25/3/2020).

Berdasarkan akun Instagram resmi RSUP Haji Adam Malik @rsupham, update data pasien terkait corona COVID-19 tercatat, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 6, pasien negatif 8, dan pasien positif 9, satu diantaranya meninggal dunia, 8 masih dirawat.

Sementara itu, pasien positif dan PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUP H Adam Malik, yang terletak di Jalan Bunga Lau, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumut, berjumlah 14 orang. Sedangkan ruang isolasi di rumah sakit tersebut hanya 14 unit.

 

2 dari 3 halaman

Seorang Anggota DPRD Sumut Positif Corona COVID-19

virus corona
ilustrasi virus corona/copyright by diy13 (Shutterstock)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) atas nama Muhammad Aulia Rizki Agsa atau biasa disapa MARA, dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik. Kabar ini dibenarkan Agustama, ayah MARA, yang juga mantan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumut.

Agustama menjelaskan, sebelum dinyatakan positif virus corona COVID-19, anaknya memiliki riwayat perjalanan dari Medan ke Jakarta pada 8 Maret 2020. Kemudian pada 10 Maret 2020 berangkat ke Manado dan pulang ke Medan 14 Maret 2020.

Setelah berada di Medan, atau sehari kemudian, 15 Maret 2020, MARA mengalami demam. Agustama menyuruh anaknya agar memeriksakan diri.

"Pada Rabu, 18 Maret 2020, MARA mulai diisolasi dan tanggal 24 Maret 2020, hasil laboratorium keluar, positif," kata Agustama.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓