12 Langkah Relaksasi Diri Agar Tetap Tenang Menghadapi Pandemi Corona COVID-19

Oleh Switzy Sabandar pada 25 Mar 2020, 16:34 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 18:38 WIB
Teknik Relaksasi agar Tubuh Lebih Segar dan Berenergi (AXL/shutterstock)

 

Liputan6.com, Yogyakarta - Wabah corona covid-19 melanda dunia, juga Indonesia. Korban-korban berjatuhan, warga cemas dan khawatir. Pemerintah di berbagai negara berjibaku menangani. Informasi terkait wabah itu pun memicu kepanikan.

Dalam situasi seperti itu, psikoterapis dari Yogyakarta, Sekartaji Ayuwangi, mengingatkan agar warga menjaga kesehatan fisik dan juga kesahatan jiwa. Kesehatan jiwa sangat penting dijaga untuk menjaga ketenangan diri, mampu menjaga jarak dengan situasi.

"Sikap bijak perlu kita tumbuhkan di mana informasi masuk, terserap ke dalam diri, padahalterkadang informasi tersebut belum tentu benar dan justru melahirkan kepanikan, kecemasan, kekhawatiran yang berlebih sehingga membahayakan kesehatan mental jiwa," jelasnya, Rabu (25/3/2020).

Ketika seseorang mampu bersikap tenang, menjaga harmoni di dalam diri, kata Sekartaji, maka akan memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kondisi itu akan menjaga kesehatan mental yang mampu merangsang sistem imunitas tubuh sehingga tubuh kita pun akan sehat.

Dia mengingatkan, reaksi psikosomatik tubuh pun bisa hadir, ketika kita cemas yang dipicu oleh berita-berita yang terus menerus berkaitan dengan covid-19 ini. Seperti tiba-tiba merasa sesak napas, tenggorokan mendadak gatal, merasa sedikit meriang, walaupun suhu tubuh kita normal.

"Mari bersama kita mulai berproses bersama, untuk menjaga kesehatan jiwa kita, karena sikap panik, cemas dan khawatir berlebih justru akan berdampak negatif bagi diri yang bisa melahirkan masalah baru," katanya.

Berikut ini langkah-langkah yang direkomendasikan Sekartaji untuk relaksasi diri, terutama di masa pandemi corona covid-19 ini.

 

2 dari 2 halaman

12 Langkah Relaksasi di Masa Pandemi Corona Covid-19

12 Langkah Relaksasi di Masa Pandemi Corona Covid-19

1. Lakukan relaksasi 1-2 x sehari, bisa setelah bangun pagi atau sebelum tidur, dan boleh sesering mungkin terutama saat kita tiba-tiba merasa cemas atau muncul gejala psikosomatik

2. Relaksasi di dalam ruangan atau tempat terbuka dengan kondisi tenang, sembari diiringi musik relaksasi

3. Lakukan dengan posisi duduk rileks, boleh setengah tiduran

4. Menarik napas dalam lewat hidung dan membuang napas lewat mulut sebanyak 3x dalam posisi mata masih terbuka

5. Mulai memejamkan kedua mata, dengan tersenyum pada bibir agar kita semakin mudah untuk rileks. Bayangkan kita pun tersenyum di dalam hati

6. Bernapas dengan lembut lewat hidung, fokus untuk merasakan napas dengan lembut. Jika pikiran melintas, kembali fokus pada napas lembut

7. Katakan pada diri sendiri dari dalam hati, “saya sangat rileks”, sebanyak 3x sembari bernapas lembut, hingga tubuh kita terasa rileks

8. Katakan pada diri dari dalam hati, “saya sangat tenang”, sebanyak 3x sembari bernapas lembut, hingga kita merasakan ketenangan

9. Katakan pada diri, “saya sangat damai”, sebanyak 3x sembari bernapas lembut, hingga hati kita merasa damai

10. Beri jeda dengan terus bernapas lembut hingga kita merasakan energi ketenangan dan kedamaian mengalir ke tubuh dari ujung kepala hingga ujung jari tangan dan kaki. Rasakan energi tersebut menyelimuti diri kita

11. Jika kita telah merasakan ketenangan dan kedamaian yang menyelimuti diri, tarik napas dalam lewat hidung, sembari berkata dari dalam hati, “setiap tarikan napasku adalah penerimaan hidup”, dan buang perlahan lewat mulut sembari berkata dari dalam hati, “setiap hempasan napasku adalah persembahan kasih sayang bagi kehidupan”. Lakukan sebanyak 3x

12 Jika tubuh, pikiran, dan jiwa telah nyaman, dengan keadaan siap boleh membuka mata perlahan, dan sambut kedamaian di dalam diri dan kehidupan.

Lanjutkan Membaca ↓