Guru Besar UGM Positif Corona COVID-19, Iwan Dwiprahasto Meninggal Dunia

Oleh Switzy Sabandar pada 24 Mar 2020, 07:02 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 07:02 WIB
UGM
Perbesar
UGM (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Liputan6.com, Yogyakarta - Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Iwan Dwiprahasto yang menjadi pasien kedua positif Corona COVID-19 di Yogyakarta meninggal dunia pada Selasa (24/3/2020) dini hari. Ia masuk ke RSUP Dr Sardjito dan dirawat intensif di ruang isolasi sejak Minggu, 15 Maret lalu. 

Keluarga dari guru besar UGM itu mengizinkan UGM dan RSUP Dr Sardjito untuk membuka identitas Iwan kepada publik pada 18 Maret lalu, setelah hasil tes positif Corona COVID-19 keluar. 

Iwan Dwiprahasto meninggalkan seorang istri dan anak perempuan. Pemakaman guru besar UGM ini akan dilakukan pada hari ini di pemakaman Sawit Sari UGM dan pelayat diminta untuk mendoakan dari tempat masing-masing. 

Jenazah akan diberangkatkan langsung dari forensik RSUP Dr Sardjito menuju pemakaman Sawit Sari pada pukul 07.30 WIB. 

"Untuk pengelolaan jenazah sampai dimasukkan ke dalam peti dilakukan oleh tim medis," ujar Banu Hermawan, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito.

Profesor Iwan merupakan alumnus Fakultas Kedokteran UGM 1987. Ia melanjutkan studi S2-nya di University Of Newcastle, New South Wales, Australia pada 1994, serta pendidikan doktor di London School of Hygiene and Tropical Medicine Inggris pada 2000

Sampai dengan 23 Maret 2020, terdapat 86 orang yang sudah diperiksa atau uji seka di DIY. Hasilnya, 20 orang negatif dan lima orang dinyatakan positif Corona COVID-19

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh satu orang, yakni balita berusia tiga tahun yang menjadi pasien pertama positif Corona COVID-19 di Yogyakarta. 

Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Corona COVID-19 yang masih dalam pemeriksaan sebanyak 61 orang dengan dua orang meninggal sebelum hasil lab keluar. 

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓