Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 2, Total 11 Pasien per 23 Maret

Oleh Abdul Jalil pada 23 Mar 2020, 19:09 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 19:09 WIB
Konpers Dinkes Kaltim
Perbesar
Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim umumkan ada penambahan dua pasien terjangkit Covid-19.

Liputan6.com, Samarinda - Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) hari ini bertambah. Sebanyak dua pasien yang sebelumnya dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hasil laboratorium dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Andi M Ishak menjelaskan, per hari ini ada penambahan dua pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Dua pasien tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada, Kota Bontang.

"Pasien pertama berasal dari Kutai Timur, perempuan berusia 43 tahun, hasil tracing contact dari pasien positif yang saat ini dirawat di Kutai Kartanegara," kata Andi, Senin (23/3/2020).

Pasien ini, kata Andi, merupakan kelompok peserta Rapat Sinode Tahunan GPIB yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat. Dengan demikian, kelompok ini kini sudah dua pasien dinyatakan terjangkit.

Pasien kedua, sambung Andi, merupakan warga Bontang yang juga punya kontak erat dengan pasien positif lainnya di Kutai Kartanegara. Pasien ini ikut dalam acara Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta.

"Pasien ini adalah perempuan berusia 27 tahun, punya kontak erat dengan pasien positif di Kutai kartanegara. Dia satu meja dengan pasien positif itu," tambah Andi.

Andi menjelaskan, pasien ini dijemput oleh tim dari dinas kesehatan. Setelah diisolasi dan diambil sampel untuk uji laboratorium, pasien dinyatakan positif.

Andi mengingatkan, pasien ini tidak memilki gejala klinis sama sekali. Meski sehat, karena kontak erat dengan salah satu pasien terjangkit, langsung dimasukkan kategori PDP.

"Sekarang terlihat jelas bagaimana perjalanan pasien tanpa gejala bisa langsung positif. Kita menghimbau masyarakat untuk menunda perjalanan, bantu kami," katanya.

Secara akumulasi, pasien terjangkit Covid-19 di Kaltim saat ini mencapai 11 orang. Andi merinci, enam pasien dirawat di Kota Balikpapan, satu pasien dirawat di Kota Samarinda, dua pasien dirawat di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan dua pasien dirawat di Kota Bontang.

 
2 dari 3 halaman

Penambahan PDP dan ODP

RSUD AW Syahranie
Perbesar
Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Andi M Ishak menjelaskan, saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) sudah mencapai 1.065 orang. Dari jumlah itu, 377 orang selesai dipantau.

"Jadi saat ini orang yang masih kita pantau sebanyak 688 orang. Jumlah terbanyak berasal dari Kota Balikpapan," sebut Andi.

Sementara pasien dengan status PDP saat ini mencapai 56 pasien. Sebanyak 22 pasien dinyatakan negatif, dan 11 pasien dinyatakan positif. Masih ada 23 pasien lagi yang menunggu proses uji laboratorium.

"Pasien yang sudah dinyatakan negatif sebanyak 22 orang karena ada penambahan dua pasien hari ini," kata Andi.

Pihaknya masih terus melakukan upaya menelusuri kontak pasien terkonfirmasi untuk segera dikarantina dan diperiksa. Dia pun tak henti menghimbau agar setiap orang yang pernah kontak langsung dengan pasien terjangkit untuk segera melapor.

3 dari 3 halaman

Tiga Klaster Besar

Penyemprotan Disenfektan
Perbesar
Petugas dari Muhammadiyah Covid Command Center lakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas pendidikan Muhammadiyah di Samarinda.

Di Kaltim saat ini ada tiga klaster besar penyebaran Covid-19. Ketiganya berkaitan erat karena pernah melakukan perjalanan dan kegiatan yang sama.

Klaster pertama adalah klaster seminar ekonomi syariah yang dilaksanakan di Kota Bogor pada akhir Februari 2020 lalu. Di Klaster ini, saat ini ada empat pasien terkonfirmasi.

Klaster kedua adalah peserta Rapat Tahunan Sinode GPIB yang juga dilaksanakan di Bogor. Di Klaster ini ada dua pasien dinyatakan terjangkit.

Klaster ketiga adalah klaster KPU. Klaster ini pernah melakukan pertemuan KPU se-Indonesia di Kota Jakarta. Saat ini sudah ada dua pasien dinyatakan positif Covid-19.

"Di Kaltim ada tiga klaster besar yang saat ini sedang kita telusuri kontak erat mereka. Kami berharap warga yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi untuk melapor," kata Andi M Ishak.

Salah satu contoh, kata Andi, ada satu pasien yang melapor ke dinas kesehatan karena pernah kontak erat dengan pasien di Kutai Kartanegara. Pasien ini langsung masuk dalam PDP.

"Jadi pasien ini kontak erat saat ada kegiatan di Unikarta (Universitas Kartanegara) di Tenggarong. Sebelum acara dimulai, yang bersangkutan menemani dan sempat cium pipi kiri dan kanan," katanya.

Simak juga video pilihan berikut:

 

Lanjutkan Membaca ↓