Pasien-Pasien Covid-19 di RSUD Kanujoso Balikpapan Membaik, Ini Rahasianya

Oleh Liputan6.com pada 23 Mar 2020, 02:34 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 02:34 WIB
Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Han Yi, petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Liputan6.com, Samarinda - Pasien-pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Kalimantan Timur dikabarkan kondisinya mulai membaik.

Direktur Utama RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dr Edy Iskandar mengatakan sejumlah keluhan yang diderita oleh pasien sejak mereka dirawat, sudah menunjukkan perkembangan yang positif.

"Pasien-pasien semuanya membaik, tenang dan semuanya tidak ada kekhawatiran. Sebab mereka cepat masuk rumah sakitnya, sehingga pengobatan cepat juga dirawat dan ditangani tim medis," kata dr Edy Iskandar dihubungi dari Samarinda, Minggu (22/3/2020).

Dia menjelaskan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit plat merah tersebut berjumlah sepuluh orang dan lima di antaranya positif corona, sedangkan lima sisanya masih menunggu hasil laboratoriumnya.

Sedangkan satu pasien lainnya yang juga positif COVID-19 di Balikpapan, dirawat di RS Pertamina, Balikpapan. 

Namun demikian lanjutnya, semua pasien dalam keadaan stabil dan menunjukkan kemajuan yang baik selama masa isolasi di ruang khusus RSUD.

Sementara itu, guna mengantisipasi pasien rujukan yang saat ini dalam perawatan (PDP) tersebar di beberapa rumah sakit di Balikpapan, RSUD pada Selasa depan membuka ruangan khusus isolasi bagi pasien baru.

"Mulai Selasa besok, kita buka lagi ruangan untuk kapasitas 21 tempat tidur. Hanya persiapan, kalau ada rujukan dari rumah sakit lain," ujar Edy dilansir Antara.

Diakuinya, saat ini beberapa rumah sakit di Balikpapan merawat PDP sekitar dua hingga tiga pasien. Namun masih bisa ditangani pihak rumah sakit tersebut walaupun di ruang khusus isolasi.

"Totalnya sekitar 20an orang. Mereka sudah pasien jadi kita sebut PDP. Tapi yang dirujuk ke Kanujoso hanya pasien dengan kondisi berat dan perlu perawatan khusus saja," ungkap Edy.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓