Sempat Galau Corona Covid-19, Pengelola Akhirnya Tutup Candi Prambanan, Borobudur dan Boko

Oleh Switzy Sabandar pada 20 Mar 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 13:00 WIB
Candi Borobudur
Perbesar
Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Foto: (Switzy Syabandar/Liputan6.com)

Liputan6.com, Yogyakarta - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) akhirnya memutuskan untuk menutup sementara operasional di seluruh kawasan taman wisata candi, mulai 20 sampai 29 Maret 2020 untuk meminimalkan penyebaran Corona COVID-19.

Penutupan operasional ini meliputi Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, beserta fasilitasnya, seperti pementasan Sendratari Ramayana dan seluruh restoran yang dikelola TWC.

Keputusan ini ditetapkan setelah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan DIY serta berkonsultasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian BUMN.

“Pihak manajemen akan memantau dan mengevaluasi setiap hari terkait kebijakan ini,” ujar Edi Setijono, Dirut PT TWC, Kamis (19/3/2020).

Ia menilai, langkah ini sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran Corona COVID-19 yang telah disusun oleh Satgas Anti Penyebaran COVID-19 PT TWC. Penutupan sementara objek wisata ini juga akan diikuti dengan upata preventif berkala, seperti penyemprotan disinfektan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Imbas Corona COVID-19, PT TWC pernah memutuskan untuk menutup tempat wisata pada awal pekan ini. Namun, satu hari kemudian, pengelola membuka kembali operasional candi dan melakukan pembatasan area kunjungan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya